
gambar hasil nyuri di google
Nggak tau kenapa, tiba-tiba aja pintu hati gw terketuk untuk menulis tentang makhluk hidup bernama belalang sembah. Entah kenapa juga, jari jemari gw dengan ikhlas hati bernari-nari riang diatas papan kunci (baca:keyboard) demi si belalang sembah ini. Hmm....belalang sembah ini berhasil dengan suksesnya mengambil waktu istirahat gw. *sigh
------------------------------ [jeda dulu] ----------------------------
Mungkin dari sodara-sodari sedikit banyak udah pada tau mengenai makhluk idup ini, atau barang kali sering ketemu di jalan, tapi karena tidak tau namanya jadi rada sungkan untuk sekedar menyapanya. Menurut wakakapedia, belalang sembah merupakan serangga dalam Ordo Mantodea. Terdiri sekitar 2.000-an spesies yg terkelompok dalam 9 famili yg tersebar diseluruh dunia. Belalang sembah selain disebut juga sebagai belalang setadu juga memilki banyak nama beken lainnya. Kalo di Sunda & Betawi biasa di sapa cengcorang, kalo dijawa dipanggilnya walang kekek atau walang kadung dan kalo dalam bahasa melayu disebut martabak eh mantadak denk. Kalo dibarat sono terkenal dengan sebutan Praying Mantis karena sikapnya yg seringkali keliatan seperti sedang berdoa. Kata Mantis sendiri berasal dari Yunani "mantes" yg berarti Nabi atau peramal, nah kalo Manthous itu penyanyi campur sari jempolan (cek di google).
Belalang sembah memiliki kaki depan yg sangat kuat dan berukuran besar dengan sisi bagian dalamnya berduri tajam yg berguna untuk cebok dan mencengkeram mangsanya. Dia juga dapet memutar kepalanya hingga 180 derajat dan merupakan pemangsa tingkat tinggi, karena merupakan serangga karnivora yang makan segala macam serangga dan bersifat Sumanto (baca:kanibal).
Nah, yang membuat saya tergelitik untuk menulis mengenai belalang sembah yaitu karena kebiasasan uniknya dalam bercinta. Menurut inpormasi yg gw dapet, sang belalang betina akan segera memakan kepala sang belalang jantan begitu perkawinan usai. Jadi seekor belalang sembah jantan selama idupnya akan mengalami satu kali perkawinan dan satu seks untuk kemudian mati menjadi santapan sang belalang betina. Serem ye....Demi cinta, belalang sembah rela mati ditangan pasangannya. Yayaya..cinta memang terkadang bisa melakukan hal-hal yang unthinkable....preeeet!!!
Semua belalang sembah pasti tau kalo kepala mereka bakalan di makan kalo mereka kawin, tapi mereka tetep aja mau kawin. Nggak kebayang juga bila itu terjadi terhadap manusia. Pasti kagak ada yang mau kawin. Sereeem aje, tiba2 muncul headline di poskota "Sehabis di Perkosa Suami, Sang Istri makan Kepala Suaminya". Lagian siapa yg mau disamain sama hewan. Kalo hewankan pake naluri, sedangkan manusia punya akal dan hati...jemaaaaah....betul apa betul.
Gw pribadi agak ragu-ragu juga mengenai kebiasaan unik si belalang sembah setelah melakukan kimpoi. Gw juga nggak mau asal-asalan menyimpulkan kalo kisah percintaan belalang sembah lebih romantis ketimbang Anang dan Ashanty. Gw mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan melakukan riset kecil-kecilan dengan melakukan wawancara langsung ke narasumber yang bersangkutan, dalam hal ini si belalang sembah.
Singkatnya begini, waktu itu....bla..bla...bla....(ceritanya biar ga kepanjangan)
Lokasi wawancara: halaman depan rumah tetangga
Waktu wawancara: pagi hari sehabis ujan rintik-rintik
Sebut saja si belalang ini namanya Rambo
Gw: Selamat pagi Rambo....apa kabarnya?
Rambo: Pagi juga mas, "aku baik-baik saja" (dilafazkan ala Pingkan Mambo)
Gw: To de point aja nih Rambo, saya mau nanya. Emang bener ya semua belalang betina bakalan makan kepala belalang jantan sehabis kimpoi?
Rambo: Ah, kata siapa. Buktinya saya engga kok. Serius deh sumpeh tekewer-kewer!!!
Gw: Hah? Yg bentul? Kok bisa sih...
Rambo: Kalo mau mau tau jawabannya datang aja ke TLC (Taman Lawang Center)
Gw: Anjriiiiiiiit, ternyata gw wawancarai belalang yg salah. Si belalang ini ternyata banci yang biasa mangkal di Taman Lawang Center.
Udah ah gw akhiri tulisan gw dengan sekian dan terima gobanan.
Selesai ditulis kemaren malem, sekitaran pukul 20.45
--tukangcukurkumislele--
*kimpoi: kimpoi berasal dari bahasa batak yg artinya kawin/nikah.
**penulis bukanlah termasuk dalan spesies belalang sembah, apalagi penyembah belalang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar