Sabtu, 27 Februari 2010

Jejak Langkah Sang Rang-rang

Jejak Langkah Sang Rang-rang

Menapak di permukaan kulit bumi
melangkah tanpa alas kaki
menelusuri jalan sepi
mencari sumber inspirasi

Kemankah arahku pergi?
aku masih disini...sendiri
masih di bumi ini
yang kian hari terasa sunyi

Berdiri di atas teriknya matahari
menunggu yang tak pasti
mungkin semua itu takkan terjadi
kubutuh semua yang kucari

Aku tidak ingin berhenti sampai disini
aku akan terus mencari....mencari...dan mencari
tapi kutahu ini hanyalah sebuah ilusi dan mimpi

Akankah jejak itu datang kembali
yang bekasnya dapat menentramkan hati
mewujudkan semua impian diri
akan kuikuti jejak langkah sang rang-rang yang pemberani

Selasa, 23 Februari 2010

TKW

TKW

Dengan alesan faktor ekonomi serta diiming-imingi gaji gede menjadi alesan utama para TKW nekad mengadu jangkrik eh (nasib) di negeri orang. Bagaimana tidak mengilerkan (baca:menggiurkan) tenaga mereka di negeri orang di hargai antara 2-3 juta, beda jauh dengan di tanah air yg tenaga mereka hanya di banderol 300-500rebuan. Jadi kalo beruntung (kalo beruntung ya) 2 tahun bekerja saja, para TKW udah bisa menggondol uang puluhan juta...beh...Sontak nasib mereka berubah jadi kaya secara instan. Biasanya sih uang hasil gajian di pake buat ngebangun rumah, beli sawah, atau beli kebo.

Walopun banyak kita denger kisah-kisah mengenai TKW yg disiksa, diperkosa, nggak dibayar gajinya, tapi masih aja ribuan calon TKW tetep ngantri untuk dikirim keluar negeri. Meski resiko menghadang, mereka seolah tak peduli....lagi-lagi himpitan ekonomi di negeri sendiri yg membuat mereka rela mencari segenggam berlian di negeri orang....Karena memang tanpa modal pendidikan dan keterampilan mereka begitu sulit mendapatkan pekerjaan di negerinya sendiri. Toch banyak juga para sarjana-sarjana muda di negeri ini yg menganggur. Keren ye negeri ini penganggurannya aja sarjana..hihihi. Disisi lain pemerintah sepertinya nggak serius mencari solusi untuk mengatasi problem TKW ini..Sebenernya gue males ngomongin or menyalahkan pemerintah or ngandelin pemerintah...tau sendiri pemerintahan kita kaya gmana.....

Yang jelas menjadi TKW berarti telah meninggalkan kewajiban utama sebagai seorang emak, peran yg sangat strategis sbg peletak dasar masa depan anak-anak, generasi penerus. Seharusnya sbg seorang suami tidak memberikan izin bininya jadi TKW, apalagi suami memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya. Sesulit apapun kondisinya, gue ulangin sesulit apapun, mestinya para suamilah yg berupaya keras mendatangkan rezeki. Gue yakin kok, kalo kita mau berusaha end dekat dengan-Nya pasti slalu ada jalan keluar. Toch Allah juga tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas kemampuan hambanya...ujar gue sok alim.

Kenapa pula kita tidak mengganti tenaga kerja wanita dengan tenaga kerja waria yg kian hari merajalela di negeri ini. TKW (Tenaga Kerja Waria). Gue rasa ini suatu terobosan yang jitu dalam memperdayakan para waria. End gue pikir juga tidak akan terulang lagi yg namanya kisah tragis yg dialami tenaga kerja kita. Lagian siapa pula yg mau perkosa waria (kecuali mereka yg memilki kelainan), gue rasa kekerasan maupun pemerasan yg dialami oleh para TKW takkan terjadi lagi.

Yayaya..sudah saatnya bangsa kita menjadi pengekspor teknologi, bukan sekedar mengimpor lagi. Rasanya kita sudah bosan, dan mungkin malu, kalo harus melulu mengekspor TKI.

Centuri...oh centuri...

Centuri...oh centuri...

Hari demi hari, bulan demi bulan...
jutaan rakyat kau bohongi...
terus-terusan duit rakyat diembat tanpa ada rasa peduli
miris rasanya, melihat kepribadian bangsa ini
penegak hukum yg timpang, kemiskinan merajalela, korupsi makin menggila
jengkel..kesal..benci itulah luapan perasaan penduduk negeri ini
kesejahteraan hanya khayalan
dan keadilan seolah hanya sebuah ilusi

Wahai penguasa tidakkah kalian takut akan azab Allah
memang dengan uang hukum dengan mudah kau beli
Tapi ingat, masih ada hukum akhirat

Jumat, 19 Februari 2010

Nggak penting. Nggak usah di baca!!!!

Woahhh...kayaknya udah seminggu lebih gue enggak ngebloG. Sebentulya banyak bgt yg pengen gue tulis, dari hal-hal yang nggak penting sampe hal-hal yg enggak penting bgt malah. Sebentulya juga banyak ide-ide tulisan seger yg belum sempet gue tuangkan dalam catatan di blog gue. Sebentulnya juga jari jemari gue udah gatel pengen menari-nari diatas keyboard.

Udah ah segini dulu tulisan gue, smoga para pembaca yang budiman tidak kecewa....

Udah tau nggak penting ngapain di baca!!! Kurang kerjaan aja lu pada...!!! Eh masih dibaca lagi..!!! Pergi...pergi...hush...hush...hush.....

Itulah manusia,yg penuh dng rasa penasaran....

Senin, 15 Februari 2010

Pudarnya Pesona Makanan Tradisional

Pudarnya Pesona Makanan Tradisional

"Makan dimana nih bro?!"
"Terserah deh, NGGAK enak gpp yg penting MAHAL"

Itulah candaan saya bersama kawan2 saya ketika mencari tempat makan. Mmmm..
Dulu sewaktu saya masih berseragam putih-biru (baca: esempe) guru biologi saya, kalo nggak salah namanya Bu' Muji (konon katanya bila kita masih inget nama guru2 kita, sedikit banyak kita juga masih inget apa yg telah diajarkannya dulu). Guru biologi saya menjelaskan mengenai rantai makanan, dan dijelaskan pula bahwa ada 3 jenis makhluk hidup berdasarkan makanannya. Ada Herbivora atau pemakan tumbuhan dan Karnivora (pemakan daging). Diantaranya keduanya ada Omnivora, makhluk hidup pemakan segalnya. Omnivora yg dimaksud bukanlah pemakan segalanya dalam arti harfiah. Omnivora disini artinya makhluk hidup yg biasa mengkonsumsi daging dan tumbuhan. Beruntung sekali kita sebagai manusia yang berada dipuncak rantai makanan. Manusia itu makhluk yang luar biasa, manusia bebas memilih untuk mengkonsumsi segala jenis makhluk idup yang disukainya. Mulai dari hewan seperti sapi, ayam, bekicot, codot atau tumbuh-tumbuhan seperti kangkung, bayam, kecubung, eceng gondok, dll. Hebatkan kawan!

Mengkosnumsi makanan pastilah memilki tujuan. Daging penting untuk perkembangan fisik tubuh kita karena kaya akan protein. Sedangkan tumbuhan mengandung nutrisi dan vitamin yg bagus untuk daya tahan tubuh. Katanya sich begono.

Sebagai orang yg hobi makan, saya sangat beruntung lahir dan dibesarkan di Indonesia, bermacam budaya yg ada di Indonesia telah melahirkan berbagai macam citarasa makanan, minuman, serta jajanan. Tiap daerah memiliki citarasa makanannya sendiri. Misalnya masakan daerah Sumatera yg kaya rempah dan cenderung pedas, berbeda dengan masakan Jawa Tengah yg cenderung manis, atau Jawa Barat yg khas dengan lalapan sayur segar lengkap dengan sambal mentahnya.

Tapi kini saat kita membuka mata dan melototi pada realitas yg ada (cia ela gaya loe tong), yang terlihat adalah budaya kosmopolitan yg sedikit demi sedikit tapi pasti telah menguasai kehidupan sosial bangsa kita. Liat saja waralaba-waralaba makanan amerika dan eropa tumbuh subur bak jamur dimusim ujan. Kaum muda-mudi lebih memilih nongkrong di Pizza Hut ketimbang makan sayur asem buatan ibu mereka sendiri. Anak remaja kini lebih mengenal chese burgernya McD ketimbang getuk or tiwul. Masih ingatah kita pada jajanan tradisional yg rasanya alami, sederhana, namun lezat. Sedikit demi sedikit makanan lokal kita kalah populer dgn hadirnya makanan kaum kapitalis yg mampu membius, merayu, membisik dalam kemasan manis dengan paket lifstyle modernya.

Waspadalah..waspadalah..waspadalah...

Kamis, 11 Februari 2010

Jerawat oh Jerawat Jasamu Tiada Tara....

Jerawat oh Jerawat Jasamu Tiada Tara....

"Jerawat!!!? Ah...Damn...sial...Wadaaaaauw....Oh, tidaaaaaaaaaaaaaaaak..."

Bangun tidur langsung histeris di depan kaca. Wah, ada bintik merah di wajah. Inikah yang namanya jerawat? Sereeeem amat...

Jerawat kata orang menyebalkan...ngalor-ngidul cari-cari obat pencegah jerawat, kalo ga punya duit ya tinggal pencet pake tangan. Sambil berdiri di depan cermin, pose close up. And..... pencet tuh jerawat pake dua jari tangan (tapi kalo pake jari kaki pasti lebih seru lagi) kemudian penceeeeeeeeeeeeet yang kuat. Auuuuuw..aw..aw sakiiiit. Nanah yang sudah matang pun minggat. Leganya, (apanya yg lega??? Jerawat kempes muka jadi bopeng2).

Menurut riset dan beberapa inpormasi yg gw dapetin, penyebab jerawat itu dikarnakan adanya penyumbatan lemak atao kotoran di pori2 kulit wajah. Sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.

Apakah Anda termasuk orang2 yg prustasi soal jerawat? Krisis percaya diri atau minder dan depresi? Capek ngurusin jerawat? Stress jerawat masih nangkring di muka? Mencoba bunuh diri karena jerawat muncul lagi-muncul lagi?? Tenang aja..coba Anda lanjutkan tulisan di bawah ini dulu...

Seharusnya Anda mesti BANGGA ada jerawat di muka Anda, Why???????

1. Dengan adanya jerawat secara tidak Anda sadari, Anda telah membantu membuka lapangan pekerjaan. Anda telah membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Lho! Apa hubungannya jerawat sama lapangan pekerjaan??!!#&^&. Begini....coba deh Anda bayangin..renungkan...telusuri...meditasi...(halah!) seandainya tidak ada jerawat, mungkin tidak ada pabrik2 yg ngebikin produk-produk pembasmi jerawat yang menyerap ratusan bahkan jutaan lapangan pekerjaan. So, semakin banyak orang yang jerawatan, semakin banyak pula tenaga kerja yg dibutuhkan dalam membuat produk-produk anti jerawat.
2. Lihat muka sendiri jadi nggak bosen. Mungkin anda pernah merasa jenuh dan bosan saat melihat muka anda di cermin "kok dari dulu nggak berubah-berubah ya". Hmm...coba kalo muka anda berjerawat, dijamin saat anda melihat muka anda dicermin pasti jadi nggak ngebosenin. Bayangkan muka anda penuh motif jerawat yang setiap minggunya berubah-ubah, kadang di pipi, kadang di jidat atou di idung pasti bentar-bentar ngaca..bentar-bentar ngaca..."kok jerawat nggak ilang2 ya".
3. Hemat duit. Kadang mau pergi-pergi atau kencan jadi males. Rambut udah Ok, penampilan Ok, giliran ngaca liat muka..duh ada jerawat nongol. Enggak jadi pergi deh...hehehe tengkyu jerawat.

Senyum Terindah

Senyum Terindah

Kenangan gw bermula saat gue melintasi jalan itu. Sebuah jalan yang tidak asing lagi bagi anak-anak TGP (Teknik Grafika Penerbitan). Sebuah jalan yang mengundang adrenalin gue apalagi sehabis ujan. Karena setiap orang yang melintasi jalan itu mesti merayap lebih dahulu layaknya tentara dan rela untuk berbecek-becek ria.

Dia...seorang senior yang baru gue kenal juga melalui jalan itu. Selama masa kuliah terhitung dua atau tiga kali gue berpapasan dan dan jalan kaki sama dia ke kampus melalui jalan itu. Rasanya seeneeeeeeeng banget. Sebenarnya banyak yang ingin gue obrolin sama dia. Tapi dalam kesempatan yang sedkit itu, tentu tidak memungkinkan. Yang jelas, gue udah kerepotan mengatasi grogi dihati gw saat jalan bareng dengannya.

Pertama kali lihat dia gue sih biasa-biasan saja. Tapi enggak tau kenapa, gue jadi betah buat mandangin wajah manisnya itu. Gue akuin senyum dia emang mmuanis baget. Senyumnya melesat lepas tanpa hambatan, tulus. Pokoknya pria yang lihat senyumnnya pasti klepek-klepek deh (ayam tengleng kaleee). Sosoknya yang juga sederhana dan ramah menjadi nilai plus buat dia. Paling tidak kehadiran dia, membuat gue jadi rajin dateng ke kampus. Soalnya rugi bgt kalo sehari aja nggak ngeliat senyumnya. Jangankan ngeliat orangnya, denger suaranya aja gue udah seneng. Emang ye kalo udah ngefans nggak ketemu sejam aja terasa 60 menit.

Waktu itu pernah kejadian, gue lewat di depan dia, terus dia memandang dan menyapa gue dengan senyum manisnya itu. Ooh...dunia terasa bergerak slow motion. Kebayangkan betapa senangnya hati gue. Pokoknya sepeti ada yang bergejolak dalam hati, tapi sulit diungkapakan dengan kata-kata. Bikin jantung berdetak 212 kali lebih kencang dari biasanya. Sueeer...! Seperti syair lagi manis dan sayang yang dinyanyiin Andi/rif feat Erwin Gutawa. "Tersenyum dianya padaku, manis...manis...manis. Alangkah senang hatiku, bila kudekat denganmu".

Waktu itu juga penah ada kesempatan untuk ngobrol banyak sama dia. Ketika gue lagi nunggu kereta di satsiun UI. Eh, tiba-tiba aja ada dia yang juga lagi nunggu kereta. Tapi sayangnya gue enggak mengunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, malahan gue menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan mata gue untuk ngobrol denganya. Enggak tau kenapa gue jadi grogi bin nerpes dan jadi salah tingkah setiap kali ketemu dia. Paling gue cuma bisa senyum-senyum aja dan nggak ada satupun kata yang keluar dari mulut gue. Padahal tadi siang gue baru aja dapat mata kuliah bahasa indonesia tentang bagaimana caranya membuat kalimat sesuai dengan EYD. Hmm..mungkn tadi siang gue enggak terlalu merhatiin mata kuliah bahasa indonesia secara seksama. Gue jadi bingung, takut salah meletakkan tanda baca dan penggunaan bahasa yang baik dan benar untuk memulai percakapan dengannya. Gue cuma bisa iri liat temen gue yang dari tadi lancar banget ngobrol sama dia. Gue cuma bisa jadi pendengar yang baik dan berharap kereta datengnya telat. Supaya gue bisa mandangin senyum manisnya lebih lama lagi..hehehehe.

Belakangan ini gue udah jarang nemuin dia di kampus. Soalnya dia lagi sibuk ngurusin PI-nya (Pratik Industri). Maklum aja dia udah semester akhir dan mesti merampungkan tugas akhirnya. Paling-paling kalo lagi beruntung aja gue bisa ketenu sama dia dan negilat senyum manisnya. Tapi walopun dia udah jarang dateng ke kampus, gue tetep rajin kok dateng ke kampus. Sayangnya waku nggak berpihak pada gue untuk menikmati lebih lama lagi senyum manisnya. Anda saja gue bisa memutar kembali waktu yang telah berjalan. But, time will never go backwards even for a second.

Tidak terasa minggu inilah saat-saat terakhir dia kuliah dikampus ini. Saat terakhir pula gue ngeliat senyum manisnya. Mengapa harus ada kesedihan setiap kali ada perpisahan. Jika yang dateng memang harus pergi, dan yang pergi belum tentu kembali. Mungkin hanya ini yang bisa gue kasih ke dia, segerombolan kata-kata untuk mengiringi kepergian dia. Mengiringi kepergian senyum terindah.

Senyum terindah
senyum manis yang keluar dari lengkungan bibir seseoang
indah..merekah, menebar pesona
memancarkan aura keramahan
membuat hati menjadi semu, cemburu dan rindu
kini, senyum terindah itu telah pergi
mungkin takkan kembali
Dan takkan kujumpai lagi rasakan waktu bersama senyum terindah
selamat jalan senyum terindah...
semoga kau tetap dengan senyuman terindah

seyum adalah sedekah yang mudah dan ringan, berikanlah senyum kepada orang-orang disekitar kita agar hidup terasa indah. Dan jika ada diantara Anda yang bertemu dengan sosok yang gue ceritakan diatas, tolong sampaikan salam gue padanya. Gue rindu akan senyumnya...:D

----
Ini cerpen pertama gw, waktu zaman-zamannya kuliah dulu. Dan pernah terbit di buletin kampus yg waktu itu namanya buletin scan. Dan kebetulan gw sendiri yg jadi pemrednya...ha..ha...ha. Sengaja gw taro di blog, biar ga ilang.

Rabu, 10 Februari 2010

Kena Dech....

Kena Dech....

Cerita ini terinspirasi dari sebuah realiti sow yg dipandu oleh Panji (kalo ga salah) di salah satu tipi suasta di Indonesia (yaiyalah masa di di Ethiopia)...

Jadi begini ceritanya...
Waktu ntu gwkan baru pulang ngantor (ngantor, gaya bgt ya). Ketika sampe di 'jalan baru', gw berhenti sebentar buat beli es duren. Sekedar info di sepanjang jalan baru emang banyak yg jualan. Dari mulai pakaian, perlengkapan motor, aneka makanan dan minuman, hp, dll. Pokoknya udah kaya pasar malem.

Es duren seharga goceng (baca:5.000) gw makan disitu sambil nyuci mata ngilangin belek. Enggak lebih dari 15 menit es duren udah habis. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah, kebetulan disamping gw ada bapak-bapak setengah baya yg lagi dagang sepeda bekas pake gerobak.

Gw samperin deh tuh bapak-bapak penjual sepeda. Isenk-isenk gw nanya ke bapak itu.
Gw: "Pak, tau komunitas sepeda di Indonesia nggak?"
Bapak penjual sepeda: (agak sedikit bengong, lalu menunjuk gantulan bike to work yg kebetulan ada di sepeda bekas yg dijualnya) "bike to work ya mas"
Gw: Langsung aja gw kasih goceng bekas kembalian es duren ke bapak itu.
Bapak penjual sepeda: (bengong untuk yg kedua kalinya), "makasih mas"
Gw: (sambil senyum) gw langsung cabut menuju rumah...

Selasa, 09 Februari 2010

Gw cinta lingkungan

Go Green!!!

Akhir-akhir ini mungkin loe-loe semua merasa ada yg aneh dengan cuaca dan iklim kita, kalo dalam bahasa jawanya disebut "Anomali". Terkadang cuaca panas sekali, tapi tiba-tiba ujan turun dengan lebanyat. ini memang salah satu tanda bahwa bumi kita sedang dalam bahaya besar...JENK..JENK...JENK. Es dikutub utara dan kutub selatan bisa mencair karena pemanasan global...WOW!!! Permukaan air laut semakin meninggi, shg menyebabkan banjir...CK..CK..CK... Akibatnya hasil produksi pertanian akan menurun, membuat kebutuhan pokok ratusan juta orang tidak bisa terpenuhi. Angka kematian akan meningkat...Angka kematian akan meningkat...Angka kematian akan meningkat...(ceritanya menggema). Melihat serta menilik dampak yg ditimbulkan, tidak aneh bila isu perubahan iklim dan pemanasan global sedang menjadi salah satu isu yg sedang digembar-gemborkan oleh dunia saat ini. Begitu juga di Indonesia.

Manusia yg notabenenya sbg pengendali alam bukannya merawat dan melestarikan, malah cenderung merusak alam...hebat ya!!! Hutan bakau yg seharusnya menjadi pelindung pantai dari serbuan ombak, kondisinya kini banyak yg memprihatinkan. Penebangan hutan secara liar dan mem-BABI buta mengakibatakan temperatur bumi semakin panas. Dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yg diakibatkan oleh tangan manusia itu sendiri.

Kalo bicara masalah lingkungan, rasanya nggak pernah cukup apa yang kita perbuat untuk menyelamatkannya. Yang ada malah sebaliknya, kita terus menerus merusak lingkungan. Ketika banjir datang, longsor terjadi, barulah kita tersentak dan berusaha memperbaiki apa yg sudah kita rusak bersama. Seperti gadis kecil baru menghargai boneka miliknya saat ia kehilangan boneka tsb.

Ini adalah langkah sederhana (menurut gw) sbg sumbangsih untuk menghindari pemanasan global.
1. Hemat air. Loe-loe pada yg biasanya mandi sehari dua kali, coba deh sekarang mandi sehari sekali aja. Apalagi kalo lagi libur, mending nggak usah mandi sekalian. Dijamin hemat air dech.
2. Hemat listrik. Jual-jualian barang-barang yg menggunakan listrik, ganti lampu loe dengan lilin (syukur-syukur kalo punya kelebihan ngepet). Berfikir kreatif dengan mencuri listrik dari tiang listrik di jalan, tapi hati2 jangan sampe ketauan petugas PLN.
3. Buang sampah pada tempatnya. Sampah-sampah yg ada dirumah dikumpulin jadi satu wadah kemudian dibuang ke pekarangan rumah tetangga, jadi lo-loe semua nggak perlu repot2 lagi bayar petugas kebersihan. Inget, lakukanlah dimalem hari dimana tetangga loe sedang tertidur pulas.
4. Menanam pohon. Kalo males nanam pohon or nggak punya duit buat beli pohon, coba deh nyamar jadi pemulung. Trus loe ambilin pot tanaman yg ada disekitar komplek rumah loe. Biasanya seorang pemulung beroperasi sebelum subuh. Supaya misi ini berhasil, coba minta tips langsung dari pemulung yg loe temuin.

Sebenernya ada banyak tindakan yang dapat dilakukan untuk mengekspresikan cinta kita terhadap lingkungan. Gw yakin loe-loe semua memiliki jurus2 berbeda dengan tujuan yang sama.

Rabu, 03 Februari 2010

Tips Nabung ala Tukang Cukur Kumis Lele

Tips Nabung ala Tukang Cukur Kumis Lele

Keliatannya ngumpulin duit or nabung emang susah bgt bagi sebagian orang. Apalagi bila pengahasilan yg pas-pasan. Terkadang buat kebutuhan sehari-hari aja kurang, gimane buat nabung. Tapi temen2 semua ga usah khawatir. Gue punya solusi biar bisa ngumpulin duit ora nabung walopun penghasilan pas-pasan.

STEP 1. CELENGAN
Lo mesti menyisihkan paling tidak Rp.5000/harinya, alias 150ribu sebulan buat celengan. Maka dalam 10 bulan, celengan lo udah 1,5 jt. Lebih baik lagi kalo ada rezeki lebih, segera lo masukin ke celengan. Udah sekarang ga usah kebanyakan mikir, langsung pergi ke warung buat beli celengan dan mulai nabung dari sekarang. Biar ga lupa, lo bisa tempel kertas di pintu kamar/depan komputer lo, dgn tulisan "Sudakah Anda Menabung Hari ini!!!

STEP 2 . PERSENTASE
Cara ini gue dapet dari pakar ekonomi (bener gue ga boonk, tapi gue lupa namanya). Hitung2an sederhananya sbb:
Misalnya gaji lo Rp. 1.000.000 (gaji pokok)
40 % - Rp. 400.000 u/ Keb. Pokok (barang pribadi, ngasih ortu, dll)*status single
20 % - Rp. 200.000 u/ Lifestyle (nonton, makan diluar, beli DVD, dll)
20 % - Rp. 200.000 u/ Investasi (Asuransi, kredit, bayar kuliah, dll)
20 % - Rp. 200.000 u/ Tabungan

Persentase diatas bersifat flexsible tergantung kebutuhan masing2. Tapi yang jelas untuk tabungan ga boleh kurang dari 10 % dari gaji. Biasanya, kebanyakan orang uangnya akan habis di lifestyle, maka dari itu berhati2lah dan mulai hidup hemat dari sekarang.

STEP 3. TWO ATM
Kalo memilih step yg ke-3 lo mesti punya 2 kartu ATM yg berbeda. ATM A yg biasa lo pake, ATM B untuk tabungan jangan lo taro di dompet, tapi lo simpen. Caranya cukup mudah. Setiap gajian lo cukup mentransfer duit ke ATM B (min. 100rb, lebih banyak lebih baik, baik bgt malah). Awas!!! ATM B jangan di utak-atik (diambil uangnya) sampe target yg ingin di capai.

Mmm...kalo emang rasanya sulit bgt buat ngumpulin duit, maka itu berarti keadaaan DARURAT dan elo mesti segera melakukan salah satu dari langkah2 berikut ini:

1. No Konsumtif, belilah barang sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan.
2. Kurangi hidup boros, hedonis dan foya2.
3. Kerja sambilan (freelance). Tapi yg halal, jangan jual narkoba, DVD porno, atau 'mangkal'.
4. Rajin2lah lembur. Kuras duit perusahaan sebanyak-banyaknya.
5. Bila dapet bonus/THR sisihkan segera untuk tabungan.
6. Stop gengsi. Dalam seminggu, 2/3 kali bawa bekel makan dari rumah. Atau perbanyak puasa. Disamping lebih sehat tentunya akan mengurangi pengeluaran Anda.
7. Hindari tempat2 belanja (mall). Pedagang punya 1001 cara u/ merangsang anda membeli. Jangan gatel liat papan diskon, mana ada pedagang jual rugi. Menjauhlah dari papan pengumuman semacam itu.
8. Jual/gadein barang pribadi. (HP, Laptop, cincin kawin, dll) klo emang kepepet.
9. Sewa penasehat keuangan (emangnya mampu bayar).
10. Ini yg terakhir kalo kepepeeeeeeet bgt. Pinjem duit ama temen. Kedengerannya mulia, tapi kalo habis pinjam susah ditagih, atau malah melarikan diri, nama mulia Anda akan rusak seantero dunia persilatan. Masa depan Anda gelap, suram. Mau ngelamar kerja ditolak, minjem duit lagi dikasih bantingan pintu, mau ngelamar anak orang diludahin. Hati-hati, man!

Mungkin itu aja tips2 dari gue. Atau mungkin lo punya cara tersendiri untuk menabung. Dari ketiga step diatas semuanya udah pernah gue lakuin, tapi gue lebih cocok step yg ke-2 (persentase). Dan itu dah gue buktiin dengan hadirnya motor jupiter z yg bisa gue beli CASH dalam setahun.

Mulai dari sekarang sama2 kita MENABUNG!!! So, kesempatan bukan ditunggu! Tapi diciptakan.

nb: INTINYA JGN CUMA LO BACA DOANK TULISAN GW, TAPI LANGSUNG LO PRAKTEKIN...ACTION MAN...ACTION!!!.

yudi_penikmat gado-gado mpok siti

Selasa, 02 Februari 2010

Kisah yang Menyentuh Hati

Kisah yang Menyentuh Hati

Hidup di zaman sekarang benar-benar harus kuat iman. Pasalnya, apa-apa serba duit. Mau buang air kecil saja harus bayar. Setiap hari saya juga menyaksikan pameran 'pragmatisme' hampir di semua level kehidupan. Sepertinya semua org hanya peduli pada dirinya sendiri, hampir tak ada lagi rasa malu, rasa peduli, apalagi berpikir jauh kedepan. Nyaris tak ada korelasi antara pendidikan yg tinggi, harta yg melimpah dengan kepedulian dan kearifan.

Oke, biar saya cerita sedikit kisah tentang seekor anak kambing yg deket banget dgn bapaknya. Semoga kisah yg sangat menyentuh ini bisa membuka cakrawala pikiran kamu-kamu semua. Alkisah, ada seekor anak kambing yg deket banget dengan bapaknya. Suatu hari anak kambing ini pergi bermain bersama teman satu sekolahnya. Bapaknya marah, lalu bapaknya pergi kepasar membeli sate ayam. Tamat.

Jadi, pelajaran apa yg bisa kamu ambil dari cerita diatas? Sungguh banyak. Masa ga tau sech hikmah dari kisah diatas. Pokoknya banyak bgt. Saking banyaknya saya tidak akan menjelaskannya satu persatu. Bener-bener banyak! Banyak banget malah! Nah, coba kamu baca lagi, pikirkan matang-matang, terus temukan hikmahnya...Hiks...hiks...hiks....sungguh kisah yg sangat menyentuh hati.....

Salam Anget
yudi_bikiniduplebihidup
Dimana ada yudi, disitu ada canda&tawa....hahahahaha

Senin, 01 Februari 2010

3315


Yang Setia Menemani


Aku terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku.

Aku pandangi alat komunikasiku, handphone Nokia 3315. HP jadul yang dulunya ngetrend sekitar tahun 2000an. Mungkin kini nasibnya banyak dicampakan orang seiring hadirnya HP yang lebih canggih dengan segala fitur yang ada. HP 3315 adalah HP pertama yang kubeli dengan uangku sendiri saat masih kuliah ya hasil keringatku sendiri. Saat itu aku ingin memiliki HP dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 4 tahun lebih Si Abu-abu ini berpindah tangan dari penjualnya ke tanganku, semenjak kuliah aku membelinya di sebuah conter dekat rumahku. HP second seharga 250rb. Dia seolah menghapus jarak dan waktu antara aku dengan keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang aku hendak berhubungan dengannya. Dia seolah asisten pribadi yang mencatat agendaku serta janji-janjiku dengan orang lain. Dia bahkan tidak sekedar mencatat, tapi juga berbunyi mengingatkanku untuk bangun diwaktu subuh saat matahari belum menampakan wajahnya. Dia mencatat nama-nama orang, nomor kontak mereka, sehingga memudahkanku ketika ingin berhubungan dengan mereka. Dia menghiburku ketika aku sedang penat, dengan permainan-permainannya (walaupun seadanya). Dia benar-benar setia menemani hari-hariku.

Tapi kini Hpku sedang S-E-K-A-R-A-T, batrenya sering ngedrop, sehingga bila dipakai untuk menelepon dan menerima telepon HPku langsung mati. Pernah terpikirkan untuk mengantinya dengan HP yang baru dan layak pakai. Ya...waktu itu aku sudah ingin membelinya, sebuah HP smart yg bisa dijadikan modem juga. Inilah sebagian kisahku dalam berburu HP smart.

Kisah1:
Rencananya waktu itu aku ingin membeli HP smart di Mal Ambasador sekalian bersilaturahmi kerumah temenku yang tinggal di belakang Ambasador. Ketika sampai di conter smart dan antri lama pula, kini tibalah giliranku menemui mbak-mbak cantik yang jaga pada waktu itu. Ketika HP smart sudah berada di genggaman tanganku, aku minta mbak-mbaknya untuk sekalian instalin ke PowerBookku. Kebetulan pada saat itu aku sedang membawa PowerBook. Hmmm...mugkin memang belum rezekiku memilki HP smart itu. Katanya HP smart yg inginku beli tidak kompetibel dengan PowerBook yg aku milki. Akhirnya pupuslah harapanku memilki HP baru.

Kisah 2:
Ada seorang teman kantorku yg ingin menjual HP smartnya, dan akupun tertarik. Sebelumnya aku coba dulu di machintos kantorku, dan ternyata kompetibel...kata temenkupun demikian bisa digunakan di MackBook miliknya. Tapi sebelum aku membelinya aku disuruh mencobanya sehari dulu, katanya sih batrenya bermasalah. Dan ternyata benar Hpnya tidak bisa di charger. Akhirnya aku batal untuk membeli Hp temanku itu.

Hehehe....mungkin 3315 tidak rela bila harus diduakan atau di campakakan olehku....toch bagiku HP bukanlah suatu barang yag spesial. pulsa 10ribu saja bisa bertahan 2 bulan lebih....