Jumat, 29 Januari 2010
Toren
Selamat berjuang tukang-tukangku...
Berikan yg terbaik untuk rumahku...
Selasa, 26 Januari 2010
Beruntung Masih Bisa Lupa
Lupa nggak selamanya buruk, jelek, najis, jijik, jorok. Lupa nggak selamanya merugikan. Kadang kita selalu menganggap lupa adalah sebuah hal yang patut dicaci, dimaki, dibenci, dan mesti disesali. Nggak cuma itu, lupa terkadang jadi bulan-bulanan, hari-harian, minggu-mingguan, tahun-tahunan. Nah, wajar kalau kita sering banget jengkel, kesel, murka, amarah, dendam, perih, tersakiti sama sifat yang satu ini.
Kadang kita jengkel kok bisa-bisanya melupakan hal-hal penting. Tapi mau apa lagi toh memang sudah begitukan kodrat yang kita punya. Dimana sebagai manusia kita ditakdirkan sebagai ladangnya salah dan lupa. Dan kalo bicara kodrat siapa coba yang bisa menentangnya?
Tapi seburuk itukah keberadaan lupa dalam keseharian kita? Rasanya tidak. Coba bayangkan, renungkan, muhasabah, resapi, berkaca, intropesi andai kita nggak punya sifat lupa, bisa gawat darurat. Kenapa? Sebab dalam hidup ini banyak hal yang memang nggak layak untuk selalu diingat. Kenangan pahit misalnya. Contohnya waktu Anda dilempar sendal jepit sama nenek2, karna nenek itu loe jorokin ke tong sampah, atau waktu Anda di tolak cewe 101 kali trus diludahin, atau waktu Anda di kejar-kejar trantib karna dikira banci. Atau kenangan waktu kecil, dimana Anda pernah di jemur dan diiket di tiang bendera berjam-jam dengan tubuh tanpa pakaian karena ga ngerjain PR.Artinya memang ada hal-hal tertentu yang harus dilupakan, yang tidak mesti disimpan dalam otak. Nah, kalau kita nggak punya sifat lupa, kan repot. Di sini peran lupa menjadi begitu penting bahkan sangat penting, penting bgt malah. Sebab ia bisa menolong kita melupakan hal-hal pahit, membantu kita melupakan memori yang nggak enak buat dikenang.
Selain itu ingatan yang kita punya terbatas, dan memori yang kita miliki pun cukup pendek, terlebih kalo sudah manula, pikun pula. Sementara dalam kehidupan ini sendiri terlalu banyak peristiwa yang terjadi, banyak banget hal-hal yang terjadi dan semua itu mengendap dalam benak kita, yaa paling tidak terlintas sejenak gitu. Kalau semua itu harus masuk memori kebayang donk bakal jebol juga kan. Membayangkan seandainya memory otak kita bisa di upgrade (komputer kaleee).
Sekali lagiiii beruntung kalau masih bisa lupa. Tapi ingat!!! Lupa disini bukan sebagai pembenaran, bukan sebagai tameng untuk kita selalu lupa. Kalau itu dijadikan alasan artinya bukan kodrat tapi emank dasar ndablek. Oke coi intinya jangan ada lupa diantara kita. (Lho!!!)
"aduh belum bayar utang lagi". beruntung masih bisa lupa.... hehehe :D
Nakhoda
"Idup tanpa cita-cita bagaikan kapal tanpa nakhoda
Dunia tanpa cinta bagaikan dunia dalam berita..."
----------------------------------
Hmmm....Sebagian besar anak kecil, jika di tanya cita-citanya bila besar nanti mau jadi apa? Pasti banyak yang bercita-cita menjadi pilot. Itu pula jawaban saya waktu guru SD menanyakan cita-cita saya. Tapi mengapa jarang ya atau malahan tidak ada jawaban dari mereka yang bercita-cita menjadi nakhoda....
Ada satu pengalaman yang membuat saya terkagum-kagum dengan profesi yang satu ini. Mereka (nakhoda-red) slalu terlihat cool n' calm di segala suasana, mau ada ombak besar, badai, angin kencang, atau gangguan cuaca segokil apapaun sepertinya mereka selalu terlihat tenang dan berkata kepada para penumpang yang sedang panik; "Penumpang diharap tenang, tetap duduk dan jangan ada yg berdiri. Kita hanya sedang mengalami gangguan cuaca sedikit".
Itulah pengalaman saya ketika naek kapal dari Pulau Pramuka ke Muara Angke. Pada saat itu saya naek kapal dengan jadwal pemberangkatan yang ke-dua, yaitu sekitar jam 1 siang (sekedar info; jadwal kapal pertama berangkat jam 7 pagi).
Satu jam setelah lepas landas dan menjauhi dermaga Pulau Seribu, terjadi ombak besar. Naek kapal yang saya harapkan bakalan tenang dan damai, tiba-tiba berubah seperti naek kora-kora di Dufan. Semua bergoyang, bahkan air laut sampe masuk ke dek dalam. Cuaca pada saat itu padahal tidak terlalu buruk, cuma kalo siang hari memang angin bertiup kencang yg mengakibatkan ombak besar. Berbeda sekali saat saya berangkat pagi hari. Ombak di pagi hari sangat tenang, saya tidak merasakan seperti naek kapal.
Brarr! Brar!!! Brarrr! Lagi-lagi ombak besar mengguncangkan kapal yang saya tumpangi, kapal bergoyang kencang kembali, rasanya seperti berada dalam kandungan Inul waktu lagi ngebor. Tidak lama kemudian para ABK (Anak Buah Kapal) segera menutup jendela kapal, agar air tidak masuk kembali. Para ABK juga berusaha menenangkan para penumpang atas perintah dari sang Nakhoda. "Penumpang diharapkan untuk tetap tenang dan diam di tempat agar kapal tetap seimbang". SIAL! Padahal saya berharap yang bilang begitu adalah seorang pramugari kapal yang cantik, putih, rambut panjang, tinggi semampai, dan jalannya ngesot (pramugari ngesot donk). Saya membayangkan sendainya saya yang jadi nakhodanya. Saya mungkin ga bisa se-cool nakhoda itu. Ada ombak sedikit saja, bisa-bisa saya keluar dari ruang kemudi sambil megang kepala dan menghampiri para penumpang sambil berkata, "KAPAL AKAN TENGGELAM!! KITA AKAN MATI!!! KITA AKAN MATIIII!!!! Saya rasa para penumpang yg lagi santai sambil makan kuaci langsung tereak2 histeris.
Saya juga nggak ingin membayangkan kapal yg saya tumpangi seandainya terguling oleh ombak dan tenggelam pada waktu itu. Mungkin saat itu para penumpang sudah di kelilingi oleh segerombolan hiu yg belum makan dari orok, lalu hiu tsb tersenyum lebar seakan-akan meledek para penumpang sambil memperlihatkan gigi2nya yang tajam. Dengan agresifnya hiu itu meyerang kaki, tangan, kepala para penumpang hingga terputus, lalu mengkoyak-koyak tubuh mereka hingga semua isi dalam perutnya berantakan. Air laut yang biru berubah menjadi merah darah. Atau mungkin saja para penumpang akan mati karna kebanyakan minum air laut, tubuh mereka menjadi gendut dan akhirnya meledak ditengah lautan. Kemudian usus para penumpang yg berceceran dijadikan ajang perlombaan tarik usus oleh segerombolan gurita bogel. Bila penumpang kapal tsb orang baik dan beriman (hmm...kaya saya misalnya), mungkin saat itu saya akan ditolong oleh segerombolan lumba-lumba atau putri duyung yang baik hati (hiperbola bgt nih orang).
Tapi alahmadulilah akhirnya semua penumpang selamet juga sampai daratan, perjalanan yg biasanya ditempuh sekitar 2 jam menjadi molor 3 jam. Dan sampai sekarang saya nggak tau jenis kapal apa yang saya naiki. Apakah sejenis kapal Titanic, Pinisi, atau Kopi Kapal Api. Dan satu lagi yg menjadi catatan penting 90 % para penumpang yg berada di dek bawah muntah. Seorang wanita juga ada yg histeris ketakutan, teriak dan nangis hingga akhirnya digotong oleh penumpang lainnya.
Senin, 25 Januari 2010
Story of Yogya
Liburannya sih dah lama, tapi baru sempet nulis sekarang...
-----------
Sebenernya liburan ini tanpa rencana sama sekali. Berawal dari kumpul-kumpul dirumah Ermin. Setelah ngobrol ngalur ngidul akhirnya kami sepakat untuk liburan ke Yogya. Tanpa berpikir panjang malem itu juga kami berangkat....
24 Desember 2009
Tepat pukul 10 malem kami memulai petualangan kami menuju Yogyakarta dari kediaman Ermin. Mobil Avanza yg berisikan 7 orang diantaranya O'o pejabat KPU yg katanya pernah berjabat tangan dan nyium kakinya SBY (hmmm..norak bgt yak) bersama mantan bokinnya yaitu Ermin yg dengan ikhlas hati menerima pinangannya...hihihi. Ada juga Tumpal satu-satunya orang pertama yg meraih gelar S-1 diangkatan kami, tapi tetep aja ga pinter-pinter... yayaya...mungkin otaknya cuma sesendok. Ada Santo yg kini diterima sbg PNS kalo dulu sebelum jadi PNS sering diludahin cewe2, kini santo sibuk nolakin cewe2, derajatnya kini SEDIKITnya telah terangkat oleh statusnya sbg PNS. Santo yg dulunya nothink berubah menjadi somethink. Peserta selanjutnya ada Neng Eyi yg bela2in jual laptop+Hp+cincin tunangan demi jalan2 ke Yogya..hihihi...kasian ya. Ada si Andri gadis dengan suara yg serak-serak banjir, and katanya bakal ikutan audisi Indonesian idol 2010...Wow surprise!!! Dan terakhir adalah gw (no coment) gw yg nulis getoo looO...
25 Desember 2009
Pada perjalanan ini kami memilih jalur utara atau yg biasa disapa pantura. Wow, kehidupan malem di sepanjang jalan pantura penuh dengan variasi dan kejutan. Pantura memang sangat kental dengan berbagai sajian hiburannya, gaya hidup yg paling khas di daerah tsb adalah dangdut panturanya. Hiburan favorit para sopir2 truk dalam melepas kepenatan dan melancarkan peredaran darah.
Sekitar pukul satu dini hari kami berhenti di daerah Sumedang untuk sekedar membeli duren sumedang sbg pengganjal perut kami di malam hari. Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di Kutoarjo (rumah embahnya Ermin) sekitar jam 8 pagi. Surprise!!! ternyata embahnya ermin udah nyiapin makanan untuk menyambut kedatangan kami. Dari mulai opor ayam, tempe orek, soto, kerupuk, bergedel, manggis, dodol, serta aneka macam cemilan khas sono. Lumayan, irit pengeluaran..hihihi
Oh iye waktu gw shalat Jumat disono, gw pikir khutbah jumatnya pake bahasa jawa, soalnya waktu ngasih pengumuman pake bahasa jawa. Walopun gw orang jawa, tapi gw ga ngerti bahasa jawa..maklumlah gw tumbuh dan berkembang di Djakarta hehehe...Surprise!!! Isi Khutbahnya bagus banget, cara penyampaiannya enak, intonasinya pas..pokonya ga kalah kaya ustad2 kondang yg sering nongol di tipi2...Gw yg biasanya tidur pas dengering ceramah, jadi betah ngedengerin sampe finish....hehehe
Setelah istirahat, sholat jumat dan makan siang, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Yogya. Kurang lebih 3-4 jam lagi sampe Jogya, tapi sebelumnya kami mampir dulu ke pantai (gw lupa nama pantainya) suasananya ga begitu rame kaya di Parang Tritis, tapi ombaknya gede juga, sayang banyak sampah....coba kalo dikelola dengan baik, pasti bisa jadi objek wisata yg menarik (yayayaya...namanya juga Indonesia). Udara yg terik membuat kami tidak berlama-lama di pantai, setelah minum es kelapa muda kami melanjutkan perjalanan kami. Kasian juga liat si Andri dan Eyi yg gak jadi berenang di pantai, padahal mereka udah bawa bikini dan ban bekas dari rumah...Maklum aja mereka berdua kalo liat empang bawaannya pengen nyemplung.
--------- jeda dulu ---------
Akhirnya sampe juga di Jogya (kalo ga salah sekitar jam 5 sore). Tujuan utama kami setibanya di kota gudeg yaitu mencari penginapan.....udah 3 jam lebih kami belum menemukan penginapan, mungkin pas liburan jadi rata2 penginapan sudah penuh...Setelah tanya sono sini, keluar masuk gang, ngiter2 di sekitar malioboro masih belon juga nemu tempat nginep...capek, bete, esmosi, ngantuk, laper semua campur aduk waktu itu. Akhirnya kami memutuskan makan dulu, pilihan kami makan malem di gudeg Yuk Djum..katanya gudeg paling terkenal dan terlezat di Yogja. Bener aja, pas kami sampe sono emank lagi ngantri, mungkin juga gara2 tempatnya yg sempit. Di sepanjang jalan itu (gw lupa nama jalannya, ga jauh dari malioboro) emank banyak warung2 yg menawarkan makanan khas Jogya tsb, tapi yg paling rame ya gudeg Yuk Djum. Mungkin bukan hanya karna rasanya yg enak, ada faktor lain yg membuat gudeg Yuk Djum laris manis, tak lain adalah penjual gudegnya. Gw pikir yg ngelayanin seorang nenek2 keriput dgn kain, kebaya dan sirih dimulutnya, ternyata yg ngelayanin gadis cantik...putih, rambut pirang, dgn pakaian yg seksi (suer gw ga bOonk) temen gw aja si Tumpal sampe ngeces 4 kali...hihihihi
----------------------------
Hampir jam 10 malem kami belon juga nemu penginapan, tapi kami tak putus asa untuk terus mencari dan mencari......Akhirnya nemu juga penginapan, walopun nemunya di daerah Sleman. But, It's ok no problemo yg penting bisa tidur. Hotelnya juga bagus, kamarnya cukup luas, enak, nyaman. Wajar saja, wong ini hotel bintang 3 yg tarifnya 450rb/malem. Akhirnya kami memesan 3 kamar, soalnya si Oo mo tidur berdua aja sama bininya...mungkin si Oo mo' ngasah keris' kali ye...hihihi. Misi selesai....hehehe
26 Desember 2009
Pagi hari kami langsung check out dari hotel dan langsung menuju malioboro. Sebelom ngiter2 kami sarapan dulu di jalan malioboro. Sarapan bubur dan nasi kucing dengan tempat duduk lesehan. Pas gw liat potonya...busyet udah mirip lesehan di jatinegara...hahaha. Emank kalo orang jakarta ke daerah jadi norak, ndeso bin kampungan. Setelah kenyang tujuan berikutnya yaitu pasar Klewer (Bringharjo kalee....)
Belon abdol rasanya kalo ke Yogya enggak mampir ke Kraton. Ketika kami baru sampe kraton, kami langsung disambut meriah dengan tari-tarian dan kalungan bunga, tak lupa pula hamparan permadani merahpun menyambut kedatangan kami. Rasanya kami seperti keturunan darah biru, bak seorang raja yg ditunggu2 kedatanagannya. Ada yg menarik di kraton Yogya, yaitu sejarah dari Sultan2 terdahulu, rata2 Sultan dulu anaknya banyak bgt ada yg sampe 78 anak (ck..ck..ck dah kaya kecebong ye).
Perjalanan kami lanjutkan menuju candi Prambanan. Panas, itulah kesan pertama ketika gw menapakan kakinya di sono. Surprise!! Pas kami lagi poto2 ternyata ada turis asing yg minta poto bersama kami...hehehe lutcu juga, biasanyakan kami yg minta poto bareng mereka, ini malah sebaliknya (mungkin karna muka Santo dan Oo mirip arca kali ye). Akibat gempa yg melanda Yogya tempo dulu membuat banguan beberapa candi rusak, dan waktu gw kesono ada beberapa candi yg enggak bisa di naikin, coz lagi dalem perbaikan. Satelah cape ngiter2 candi, akhirnya kami memutuskan balik lagi ke Malioboro untuk menikmati susana malam di Malioboro. Hujan deras yg melanda Yogya kala itu tidak menyurutkan kami untuk menyusuri sepanjang jalan Maiioboro. Capek juga, betis udah kaya tales bogor rasanya udah ga sanggup lagi jalan kaki ke parkiran apalagi ditambah gembolan plastik yg berisi oleh2. Setelah musyawarah bersama untuk mencapai kata mufakat, akhirnya kami memutuskan untuk naik delman menuju parkiran mobil. Si Santo senengnya minta ampun waktu naik delman, dia maksa untuk duduk di samping pak kusir yg sedang bekerja, mengendari kuda supaya baik jalannya, tuk..tik..tk..tik..tuk...tik..tak..tik..tuk..suara sepatu kuda.
Jam 10 malem. Kami melanjutkan perjalanan menuju Cirebon (rumahnya Tumpal). Subuh akhirnya kami sampe juga di Cirebon. Sebenernya pas sampe Cirebon gw pengen istirahat, sekedar tidur beberapa jam. Tapiiiiiiiiii gw, santo, Oo ga disuruh masuk. Kami bertiga akhirnya tidur di luar disebuah pendopo. Sumpah nyamuknya banyak bgt, akhirnya kami pindah tidur di mobil....(baru kali ini gw bertamu tidur diluar). Tapi semua itu terobati dengan hadirnya sarapan pagi yg telah disediakan tuan rumah. Sarapan pagi itu berupa nasi Jamblang (nasi khas cirebon) yg dibungkus pake daon jati dengan lauk yg beraneka macam. Rasanya..mmmm...Uenak tenan...MantabS...
Setelah bersih2 kami melanjutkan perjalanan kami kembali menuju jakarta. Kali ini perjalan pulang dgn 2 mobil. Santo dan Andri di mobilnya Tumpal sedangkan gw, eyi dan ermin, dan Oo di mobil satunya lagi. Tak lengkap rasanya tanpa menenteng oleh2 khas Cirebon. Kami mampir dulu di tempat oleh2. Pukul 10 pagi kami meninggalkan kota asal sunan Gunung Jati tsb.
Yah itulah sekelumit cerita liburan gw bersama temen2 idiot gw. Sebenernya gak ada yg istemewa dari kota sarkem itu. Pada dasarnya kami semua hanya ingin menyalurkan hobi kami yaitu buang2 duit..hehehe.
Sampe jumpa diliburan berikutnya.....
Jumat, 22 Januari 2010
Untuk Calon Bidadariku
Assalammu'alaikum Wr... Wb...
Apa kabar bidadariku? Hope u well and do take care...
Bidadariku...
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu...
Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan.
Benarkah?! Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Wahai Bidadariku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup
Karenanya wahai bidadariku...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Bidadariku... Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Oh...Nikon D90...
Jumat, 15 Januari 2010
Hidup Berawal dari Mimpi
-fade 2 black feat bondan-
Kujelang matahari dengan segelas teh panas
Dipagi ini kubebas karena nggak ada kelas
Diruang mata ini kamar ini serasa luas
letih dan lelah juga lambat-lambat terkuras
Teh sudah habis kerongkonganku pun puas
Mulai kutulis semua kehidupan dikertas
Hari-hari yang keras kisah cinta yg pedas
Perasaan yg was-was dan gerakku yang terbatas
Tinta yg keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yg kurasa
Dalam hati ini ingin kurubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Tinggalkanlah gengsi hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Resahkan semua peduli itu ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati
Dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Melangkah pasti pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sebagai bintang hiburan dan terus melayang
Tak heran ragaku terbalut label mewah
Cerminan seorang raja dalam cerita cinderela
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yangkan kunikmati nanti
Hasil kerja kerasku terbayar lunas tuntas
Melakoni jatidiri sampai puas
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
melangkah menuju titik lakukan yang terbaik
Kuketatkan tekad dan niat agar melesat
Seperti rudal squad mimpikukan ku dapat
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yg ingin aku tuju
naik keatas pentas
Agar orang puas dapat kepuas
Jakarta peluang kerja
Cari sensasi ataupun kontropersi
Bukan caraku agar hidupku rekontruksi
Dari mimipi semua hal dapat terjadi
Maka lebarkanlah sayap dan lebarkanlah yg tinggi
Penyakit Jiwa!!!
Penampilan mencerminkan sikap, begitu kata pakar psikolog. Yap, baik sikap, kepribadian, ataupun karakter seseorang memang bisa diliat dari bagaimana cara dia menampilkan dirinya. Kok bisa? Ya bisa saja. Sebab, masih kata psikolog, penampilan adalah refleksi paling real dari watak asli seseorang. Nggak hanya itu, penampilan seseorang juga bisa mencerminkan cara berpikir, status sosial, bahkan tingkat moralitas-religiusnya, lho!
Tentu saja, yang terakhir itu ga mutlak. Sebab yang pakai baju gamis itu belum tentu bermoral tinggi seperti juga yang memakai baju lusuh belum tentu bermoral bejat. Terlalu naif memang menilai moral seseorang hanya dari cara berpakaiannya.
Kenal Mahatma Gandhi? Pemimpin besar India itu kerap memakai celana kolor sehingga oleh Presiden Churchil, ia pernah disebut "Si Fakir Bugil". Tapi kemudian dunia mengakuinya sebagai pemimpin yang bersahaja. Dan dalam kebersahajaannya itu , ia menyimpan cinta, yang kemudian meruntuhkan kolonialisme Inggris di India.
Atau tengok juga pemimpin-pemimpin lain yang berjas safari licin dengan jam tangan rolex yang melingkar dilengannya dan mungkin dengan cerutu dibibirnya. Kebanyakan kita tahu, jenis manusia apa mereka ini: yang terbang sendirian meninggalakan jutaan orang yang mengidap busur lapar!
Begitulah, busana seseorang memang bisa menjadi cermin kepribadiannya. Meski sekali lagi, tidak mutlak. Nggak hanya itu, busana pun bisa menjadi indikator tingkat moraitas suatu zaman. Di tahun 70-an, ketika rock n roll menggila, banyak orang memakai baju ala hippies. Busana yang 'in' saat itu adalah busana yang mendobrak formalitas, bahkan etika. Saat itu memang sedang terjadi revolusi etika. Anak-anak muda saat itu mengekspresikan kekecewanan mereka terhadap kemampanan yang kaku dengan memakai baju yang sama sekali nggak formal.
Dan......sekarang hal itu kembali terulang, meski dengan konteks yang sama sekali beda. Sudah bukan rahasia lagi kalo temen-temen gadis kita mulai berani membuka paha, ketiak, bahkan pusar mereka. Pakaian super ketat menjadi komoditas yang paling laku dan digemari. Konon, dengan dada dan pinggul yang menonjol keluar, dengan pusar yang terbuka, mereka merasa lebih percaya diri. Barang kali kita meski bertanya ke psikolog, apa hubungan antara aurat dan rasa percaya diri? Yang pasti pakaian-pakaian ketat jika dipake, mirip karung beras bulog.
"Mereka yang hobi memakai pakaian-pakaiana ketat , dengan dada menonjol dan pinggul yang menyembul keluar seperti bisul, atau yang terbuka dibagian pusar dan ketiaknya, setidaknya mengidap 2 penyakit kejiwanaan." Pertama, mereka mengidap penyakit yang dalam bahasa psikologi disebut mencintai diri sendiri secara berebihan. Mereka menyukai bentuk tubuhnya dan berharap orang lain juga menyukainya. Karena itu mereka lantas memakai pakaian yang bisa mencetak dengan jelas bentuk tubuh mereka. Kedua, mereka juga mengidap eksibisionisme, penyakit kejiwaan yang membuat orang merasa senang jika membuka aurat didepan umum. Kalo adaayang membuka aurat dipantai, itu bukan eksibionisme , karena tempat dan kondisinya tepat.Tapi kalo ada yang sengaja membuka dan memamerkan pusar, paha, dan ketaknya di mall-mall atu ditempat umum lainnya, tidak diragukan lagi mereka itu mengidap penyakit jiwa!
Nama Panggilan (Nama Beken)
Nama panggilan memang sudah menjadi fenomena sosial atau budaya. Apalagi di Djakarta yang orang-orangnya suka me-melesetkan sesuatu (mungkin lebih tepatnya ngecengin/mengejek or apalah...). Coba perhatikan, berapa banyak orang di sekitar kita dipanggil dengan sebutan yang sama sekali ga ada hubungnnya dengan nama aslinya.
Dulu gue berpikir, untuk apa sih kita mempunyai nama panggilan seperti itu? Kasiankan orang tua kita sudah susah payah memberi nama. Tapi gue semakin sadar, nama panggilan punya arti lebih dari sekedar memudahkan atau mengejek. Pasti ada alesan kenapa nama seindah Virgiawan Listanto bisa dipanggil Iwan Fals, yang justru karirnya di dunia musik semakin diakui.
Ada seorang temen yg mau maen kerumah gue, saat temen gue bertanya dimana rumah gue sama warga sekitar. Kurang lebih percakapannya sbb:
temen gw: "Rumahnya Yudi dimana ya?"
warga sekitar rumah gw: "Yudi? Mmm...Oooh, si Tile ya?"
temen gue: "..."
Atau saat gue ketemu temen lama gue dipesbuk
gue: "Woi, apa kabar loe?" Masih inget ga ma gue?"
temen gue: "Loe yudi tilekan?"
Gue pribadi juga ga tau pasti, kenapa gue dipanggil "Tile" (dan yang pasti tidak akan menarik buat diceritain disini). Tapi entah kenapa, nama panggilan itu membuat gue merasa diakui sebagai bagian dari sebuah komunitas, sebuah tanda sayang yang akhirnya menjadi lebih penting dari nama sendiri. (segitunyakah!!?)
Dikeluarga gue pun, masing-masing punya nama panggilan. Kakak gw yg ke-1 dipanggil "Mennur", yg ke-2 dipanggil "Kuple", yg ke-3 dipanggil "Katok", dan kakak gue yg ke-4 dipanggil "Bodhin" (keluarga yg aneh...hehehe). Keponakan guepun yang nama aslinya Wisnu Adi Nugroho (5 th) gue panggil dengan sebutan "Ucup". Bukan karna mukanya mirip ucup di bajaj bajuri, tapi emang ponakan gue yang satu ini suka iseng bin jail. Bayangin aja, antena kabel radiotape gue digunting tanpa rasa bersalah sama sekali. Tembok kamar, buku2 koleksi gue, sampe seprei tempat tidur gue pun juga jadi korban corat-coret tanganya. Terkadang keponakan gue juga sering ngerjain gue pake hp bokapnya dengan menelepon kerumah. Pas gue angkat, ternyata telponnya dari dia yg lagi ketawa ketiwi dikamar. Gue cuma bisa pasrah dan gondok 10 kg (namanya juga anak2).
Waktu STM, nama julukan yang tadinya barang hina bertukar status menjadi lambang gengsi dan prestise. Senior2 yang punya nama julukan adalah orang2 yang kerap ditakuti, dan julukan mereka itulah yang akhirnya melegenda sampe ke angkatan bawah. Beda banget sama gue yang termasuk dalam kelompok cemen bin cupu tanpa julukan.Tapi, paling tidak gue bersyukur, biasanya temen2 STM gue yg punya julukan harus mengalami nasib yg cukup tragis (akibat tawuran). Ada yg mata kirinya buta kecolok bambu, palanya bocor kena batu/kena gesper, ke bacoklah atau dikeroyok STM laen sampe mukanya penyok. Bahkan waktu gue baru masuk, salah seorang senior gue ada yag mati kebacok.
Mungikn itulah kenapa nama panggilan menjadi begitu istimewa. Nama lahir adalah identitas yg diberikan orang tua kita, tapi nama panggilan adalah identitas yang kita capai sendiri, yang terbentuk dari cerita-cerita dalam hidup kita, sipat kita, ciri khas kita, komunitas kita, kejadian penting dalam hidup kita. Ia terasa lebih akrab dengan kita, dan karenanya membuat kita lebih deket dgn kehidupan kita sendiri. Dan gue juga yakin kalo loe-loe semua pasti juga punya nama panggilan.
Maret 2009
yudi_tukangcukurkumislele
ditemani lantunan musik dari Andra dan Tulang Belakang–Hitamku (enak juga nih lagu)
Story of Ujung Genteng
Tepat pukul satu tiga puluh dini hari sebuah Kijang Innova membawa saya dkk (O'o, Ermin, Te-el, Sofwan, Angga, Zahru, and Fakhri) menjauhi kota Depok menuju perjalanan ke Ujung Genteng. Kami sengaja berangkat dini hari untuk menghindari macet di daerah Pasar Cicurug dan Cibadak, ada rasa was-was memang berkendara di malam hari melintasi daerah yang belum pernah kami kenal. Tapi kami juga mempersiapkan diri bila nanti dalam perjalanan terjadi sesuatu yg tidak kami inginkan. Seperti Zahru yg membawa senjata pamungkasnya yaitu Golok Babi, Angga membawa 5 botol bom molotov dan AKA 47, Te-el & Ermin membawa bambu runcing yg ujungnya sudah diolesi racun ular kobra betina, Si Fakhri lengkap membawa seperangkat alat sholat, roti buaya, kambing, buah, dll (ini mah perlengkapan kawin), sedangkan si O'o bela-belain pergi ke salon nency untuk make-up mukanya biar serem (ga usah di make-up juga dah serem kaleeee), saya pribadi tidak membawa apa2, cukuplah Allah sebagai pelindung saya selama perjalanan.
Pukul empat lewat tiga puluh kami sampai di daerah Pelabuhan Ratu dan kami sempat istirahat sejenak untuk sholat Subuh. Huffppp...ternyata perjalanan kami masih cukup panjang, butuh waktu sekitar tiga jam lagi dari Pelabuhan Ratu untuk sampai ke Ujung Genteng. Sebelum sampai di Ujung Genteng, kita akan disuguhi pemandangan perkebunan ganja yg terbentang luas eh maksud saya perkebunan teh, yg jauh lebih sepi dari perkebunan teh Gunung Mas-Puncak. Di dalam perjalanan kami bernyanyi-nyanyi dan bercanda ria untuk menghilangkan rasa kantuk yang mendera. Tapi tiba-tiba perjalan kami terganggu oleh si te-el yg perutnya mulai merasa mual dan muntah, tapi dengan cepat Zahru, Angga, dan Sofwan berebut menjilati muntahan te-el. Mereka sangat-sangat menikmati sarapan pagi itu, dengan lahapnya mereka menghabiskan muntahan itu tanpa sisa, bak anak kucing yg melihat semur jengkol di meja makan. (manusia yg aneh).
Sebelum ke penginapan kami singgah dulu di salah satu objek wisata di daerah Ujung Genteng yaitu Air terjun Cikaso. Untuk mencapai air terjun Cikaso kami harus menyebrang dng perahu yg disewakan, sewanya cukup mahal 60 rebu/perahu+2000 rebu/orang u/ biaya masuk. Cukup seru memang menyebrang dgn menggunakan perahu kecil, apalagi katanya di dalam air masih terdapat banyak buaya, ular, dan ikan piranha. Tanpa sengaja saat Sofwan membuang upilnya ke air, bermuncullah ikan piranha yg saling berebut untuk memakan upil Sofwan (hehehe...saya baru tau kalo ternyata ikan piranha juga doyan upil). Setelah menyebrang kurang dari 5 menit, akhirnya kami sampai juga di Air Terjun Cikaso. Subhanallah-Maha Suci Allah yg telah menorehkan keindahan di atas bumi ini. Mungkin ini adalah air terjun terindah yg pernah saya lihat, ada 2 air terjun utama dari 3 air terjun yg ada. Air terjun yg fotogenik dg bebatuan berwarna kemerahan hasil olah aktivitas geologi menyelimuti air terjun ini, ditambah lagi air kolam yang jernih berwarna hijau dgn biasan pelangi membuat kami ingin segera menceburkan diri dan mandi dibawah guyuran air terjun. Sungguh cantik, indah, dan eksotik.
Setelah puas menikmati keindahan air terjun Cikaso dan berfoto-foto tentunya, kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan. Sebelum sampai ke penginapan kami menyempatkan diri untuk mampir ke Hotel Amanda Ratu untuk sekedar melihat panorama disana. Hotel Amanda Ratu terletak di muara sungai Cikarang, berdiri diatas lahan perkebunan kelapa dg areal yg sangat luas. Tempat ini cukup fotogenik karena berada pada muara Sungai Cikarang dgn sebuah pulau karang kecil dimulutnya. Mirip Tanah Lot di Bali.
Pukul sebelas kami sampai di penginapan Pondok Hexa, sebuah cottage yg terdiri dari 3 kamar tidur utama, ruang tamu, dapur, 2 kamar mandi dng fasilitas AC, kulkas, kompor, tipi plasma, DVD, X-Box, kolam renang, biliard, lap. futsal, mal, taman bermain, rumah sakit, sekolah, serta deket dng jalan tol. Bila Anda memesannya hari ini juga kami akan memberikan diskon 50%, Anda bisa langsung menempatinya tanpa uang muka. $!%^*$$^&(**R%%#$$^&?????
Sore harinya kami berjalan-jalan di bibir pantai menunggu sunset tiba. Sambil menikmati ombak yg menari-nari tanpa henti, melihat batu karang yg terukir indah oleh hantaman ombak, dan kapal nelayan yg berbaris rapi dibibir pantai. Serta segerombolan lumba-lumba yg saling berloncatan. Seakan-akan menyambut kami sore itu.
........................... (jeda dulu) ............................
Malam harinya sekitar pukul delapan, kami melanjutkan petualangan menuju Pangumbahan atau tempat penangkaran penyu. Untuk mencapai sana kami menyewa ojek 35rebu/org. Karena memang jalannya hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda 2. Kami menyaksikan secara langsung penyu yg sedang bertelur (yaiyalah masa liat orang boker). Ukuran penyunya cukup besar diameternya hampir satu meter, dan telur yg dihasilkannya pun puluhan bahkan ratusan. Sekedar info, bulan September-Nopember merupakan bulan kawin bagi penyu, biasanya pada bulan tsb, seekor penyu bisa 3 kali bertelur. Beda dng manusia, biasanya musim kawin pas bulan haji.
Pukul sepuluh malem kami kembali lagi ke penginapan untuk istirahat, rasa lelah bercampur senang menjadi pengantar tidur dan mimpi indah kami. Malam mendesah amat panjang. Alunan kentut O'o, Angga, Zahru, dan Fakhri yg saling bersahutan memecah kesunyian di malam itu. Serta Orkestra ngorok Sofwan yg keras membuat genteng-genteng penginapan beterbangan.
........................... (jeda lagi) ............................
Hari mulai pagi dan mentaripun mulai tersenyum renyah diiringi dgn cicit burung yg saling bersahutan...dimana dendangnya merinai kesejukan dan merdunya melerai tabir kabut yg menyeruak alam. Kami bersiap-siap menuju TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Ujung Genteng. Tidak sengaja melihat sepasang suami istri bertengkar seru di tempat pelelangan ikan. Mungkin tentang uang belanja yg tekor buat makan sehari-hari, mungkin tentang anaknya yg sudah 3 bulan belum bayaran, mungkin juga tentang hidup yg kian mengurung hati. Namun tiba2 sang suami mengecup kening istrinya, mesra nian dalam bau amis ikan2. Entah apa yg ia bisikan sampai istrinya tersipu, mmm...pasti tentang cinta. Ah...my own private Ujung Genteng.
.................................
Sarapan pagi ini berupa sirip ikan hiu asam manis, rasanya mirip dg daging sapi mentah, sama lembutnya, sama renyahnya. Pake sedikit sambel ijo...mmm..yummy, menu lainnya penyu saus tiram, rasanya tidak jauh berbeda dgn daging ayam. Tidak ada aroma apapun pada dagingnya. Konon daging penyu mengandung protein tinggi dan baik untuk kesehatan. Untuk minumnya kami mencoba jus Sontong (sejenis cumi2, tapi ukurannya lebih besar). Awalnya kami pikir minuman ini akan berbentuk menyeramkan dan rasanya yg aneh, ternyata tidak demikian. Rasanya ternyata cukup ramah dimulut.
Kemudian perjalanan kami lanjutkan dgn menyusuri pantai Ujung Genteng yg terbentang indah. Sengatan matahari tidak menghalangi kami untuk bercengkarama dg deru ombak. Lagi asyik2nya bermain ombak, tiba2 saja kaki si O'o menginjak hewan laut bernama bulu babi (terasa janggal memang, masa babi kena bulu babi). Seketika kaki O'o mati rasa, Zahru dng sigapnya segera memberikan pertolongan untuk mengeluarkan duri yg tertancap serta menyedot racun di kaki O'o. Zahru sangat menikmati ketika menyedot kaki O'o, apalagi dibagian jempol kakinya, mmm...seakan-akan seperti makan es krim conello rasa cokelat vanilla. Kata penduduk sono sih, bila duri2 dari bulu babi yg tertancap tidak segera dikeluarin, maka pada saat bulan purnama orang tsb akan berubah menjadi siluman babi. (saya tdk bisa membayangkan bila si O'o menjadi siluman babi, kasiankan si Ermin tiap malem disuruh ngejagain lilin).
Sebenarnya masih banyak objek wisata di Ujung Genteng yg belum kami singgahi seperti, Air terjun Cigangsa, Pantai Kelapa Condong, Cibuaya, hingga Ombak Tujuh. Karena memang waktu pulalah yg memisahkan kami. Perjalanan yg panjang, berjarak tujuh jam menuju Depok membuat kami harus segera meninggalkan tempat eksotik itu.
Alhamdulillah, akhirnya kami sampe juga di Depok lagi dgn selamet. (padahal waktu berangkat si selamet ga ikut lo). Wuaaaahhh...sueneeeeeeeng rasanya.....
Ujung Genteng, sepi dan tenang
Ujung Genteng, ujung dan terpencil
Ujung Genteng, surga bagi pecinta fotografi
Ujung Genteng, tak henti melangkah melintasi bibir pantai
Ujung Genteng, sungguh cantik dan eksotik
Ujung Genteng, bercanda dan terkekeh riang
Ujung Genteng, ......................................
Oh...iye rencanya akhir tahun kami juga pengen jalan2 lagi, rencananya sih pengen ke Karimun Jawa/Green Canyon-Pangandaran/kota Malang. Bagi temen2 yg pengen ikut jangan lupa nabung ya....(jalan2 mulu, kapan nabung buat kawinnya!)
nb: Sory bgt kalo tulisan saya agak membingungkan. Karna emang saya bukan seorang penulis, basic saya hanyalah seorang MODEL yg hobi menulis. TITIK!!!
yudi_tukangcukurkumislele
ditemani Daniel Bedingfield- if u are not the one
Rabu, 13 Januari 2010
Story of Bandung
Tepat pukul 7.30 bapak supir mulai menyalakan kunci bisnya dan menjauhi gerbatama UI menuju perjalanan ke Tangkuban Perahu. Rencana awal, bis berangkat pukul 7 tenk! Tapi apa mau dikata kebiasaan org Indonesia yg selalu ngaret dan tidak pernah menghargai waktu. On Time! Keliatannya sepele, tapi masalah waktu bisa menjadi perusak image Anda di depan org banyak. Enggak seru kan kalo rencana yg udah disusun jadi berantakan cuma gara-gara Anda telat. Hitungan keterlamaban waktu Anda menggambarkan kalo Anda bukan tipe org yg displin dan bisa diandalakan serta tidak bisa menghargai org2 yg telah hadir tepat waktu. Jelas yudi sok keren (Entah dari mana gw mencomot kalimat tsb, bodo amat!!!)).
Di dlm perjalanan kami berkarokean, mendengarkan lantunan suara Tumpal yg ANCUR BGT!!! Spontan anak2 menutup telinganya rapat2 dan teriak2 histeris. "STOP!!!!STOP!!!HENTIKAN!!!!" Tapi kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Ade yang bagus ('bagus'?! ga bgt deh bahasanya). Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya, tentang mojang2 bandung yg.............(terserah lo mendeskripsikannya deh), dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.
Jam sebelasan, kami sampai di parkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket, shal dan penutup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera menghampiri kami.
Cuaca disana juga sangat...sangat cerah dan bersahabat...Duingiiin… Hiks… Tapi jadi segeer dech. Sesampainya disana kami mulai berpencar. Ada yg foto2, ada yg sekedar cuci mata ngilangin belek, ada yg cari kesempatan dalam kesempitan, ada yg nyari oleh2, sampe ada yg mau coba bunuh diri loncat ke kawah (boonk denk, lebai bgt de lo!)
Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu. (untung ga disuruh buat becak, ntar namanya jadi gunung tangkuban becak...ga bgt deh....)
Menurut kami, Tangkupan Perahu adalah salah satu tempat wisata terbaik yang pernah kami kunjungi. Pemandangannya sangat menakjubkan, udaranya yang sejuk dan tempatnya mudah terjangkau dari kota besar [Bandung]. Mungkin akan lebih bagus kalau jalan menuju ke puncaknya diperbaiki aspalanya, dan diperbanyak fasilitas umumnya.
Kami dah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, namun kami surprise dengan permintaan sofwan. Sofwan ingin berfoto bersama kembarannya (liat Foto). Sofwan begitu menikmati berfoto dg kuda, bahkan seolah-olah seperti bertemu dgn sahabatnya yg lama. Sementara gw cuma cekikikan meliat si Sofwan yg mulai bergairah memeluk-meluk kuda. Jam setengah dua, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Dago.
Jam setengah empat, kami sampe di Dago. Anak2 mulai berlarian gembira layaknya anak kecil yg baru dibelikan permen kojek oleh ortunya. Gue sendiri cuma bisa tertawa renyah, melihat tingkah laku anak2 yg aneh. Sebenarnya ga ada yg istimewa di daerah kawasan Dago. Disepanjang jalan Dago memang di penuhi FO2 (Fucktory Outlet) dan berbagai jenis makanan khas Bandung.
Ga terasa waktu hampir mendekati jam 5, cuacapun mulai mendung....dan.... akhirnya ujan deras mengguyur kota Bandung. Beruntung ujan tiba saat kami beranjak pulang. Akhirnya kamipun menuju Depok, bapak sopir segera menancap gasnya layaknya Cristiano Ronaldo pembalap formula 1 yg sedang berlomba. (Cristiano Ronaldo bukannya pemain bola???bodo amat)
Alhamdulillah, akhirnya kami sampe di Depok lagi dgn selamet. (padahal waktu berangkat si selamet ga ikut lo). Wuaaaahhh...seneeeeeeeng rasanya.....ntar mau jalan2 lagi deh......
nb: Sory bgt kalo tulisan gw ga sistematis dan membingungkan. Karna emang gw bukan seorang penulis, basic gw hanyalah seorang model yg hobi menulis. Gw juga lampirin foto2 saat di tangkuban. Foto2 yg anda liat adalah murni rekayasa dan untuk hiburan semata!!! TITIK!!!
yudi_priadenganrasabuahapelsegar
Hanya sebuah cerita

Hanya sebuah cerita.... ;-)
“Sesungguhnya Allah disisi-Nya ilmu (tentang) kiamat, dan Dia menurunkan hujan dan mengetahui apa-apa dalam rahim dan tiada seorang mengetahui apa yang akan dikerjakan besok dan tiada seorang mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti”. (Luqmaan :34)
-------------------------------------------------
R e u n i
Reuni dengan teman-teman lama 'tanpa direncanakan' selalu bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Apalagi setelah berpisah dua puluh tahun dengan teman-teman kuliah. Dua puluh tahun yang lalu, berbagai cerita disampaikan oleh masing-masing teman. Setelah puas mengomentari penampilan fisik masing-masing, "Kok berubah drastis? Kok muka kamu masih yang sama, belum ganti casing? Beda banget kamu sekarang, makin oke aja? Kamu tambah dekil aja? Wah, udah jadi bos nih? Waduh, penampilan kamu kaya dewi persik deh.!!! Rambut kamu taruh dimana? Badan melar gitu kok ya nekat pakai baju ketat" dan lain-lain.
Dilanjutkan dengan bertanya bagaimana kabar masing-masing, sudah punya anak berapa? Istri baru satu? Bagaimana pekerjaan? Kok belum nikah-nikah (mungkin aja)? dan lain-lain. Percakapan dengan tidak terasa mengalir begitu saja.
"Gimana kabarnya si Ita, ada yang tahu nggak?"
Tiba-tiba ada yang bertanya tentang seorang teman yang jadi 'bunga kelas'
karena kecantikannya dan menjadi rebutan banyak 'kumbang' termasuk kami-kami ini.
"Lho, dia kan udah meninggal setahun yang lalu karena penyakit ginjal. Cukup lama lho dia menderita karena harus cuci darah seminggu dua kali."
Seseorang menyahut Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Diam-diam saya bersyukur nggak 'jadian' sama dia. Soalnya dia juga nggak mau sama saya sih!
"Eh, tahu nggak. Si Ani sekarang tinggal di Australia lho!"
"Lho kok bisa? Apa suaminya disekolahkan lagi? atau disana dia 'ngangon' kangguru?”
"Hi...hi..! Nggak tahu ya! Dia kan udah cerai dengan suaminya yang lalu dan lantas kawin sama bule asal Australi."
"Haa..?! Saya tidak bisa menahan rasa terkejut saya. Bagaimana mungkin teman yang dianggap pasangan paling ideal waktu itu bisa cerai, kemudian kawin dengan bule dan tinggal di Australi. (Lantas bagaimana dengan anak dan suaminya ya? Padahal suaminya baik sekali lho!)
"Eh, tahu si Anu nggak.. dia sekarang udah jadi pejabat penting di Departemen Perhubungan lho. Kalau mau ketemu Menteri Perhubungan mesti lewat dia katanya."
"Ha..?! Anak 'klemer-klemer' gitu bisa jadi pejabat penting?!"
Surprise. Padahal dulu saya 'meramal' teman yang satu ini bakal kesulitan dalam kariernya. Lha wong kemampuannya pas-pasan dan penampilannya 'ndeso' gitu. Tapi..nasib orang siapa tahu?
"Masih ingat si Joni? Dia sekarang udah hampir menyelesaikan program Doktornya lho!
"Ha.?! Bagaimana bisa ? Dulu diakan hampir drop-out karena nilainya ancur-ancuran?!
"Ya, setelah lulus ia lalu melamar jadi dosen di luar Jawa. Disana kariernya melaju dengan mulus. Ia sekarang jadi Ketua Jurusan"
Another surprise. hampir tidak pernah terbayangkan oleh saya bahwa teman yang satu ini akan berkarir jadi dosen. Bagaimana mungkin, sedangkan jadi mahasiswa saja dulunya dia kami anggap 'tidak layak' saking rendahnya prestasi akademisnya. Tapi sekarang... hampir menyelesaikan program doktornya. What a surprise!
Ternyata bukan hanya dia yang berkarir jadi dosen. Ada empat teman lainnya yang berkarir sama di berbagai PTN bergengsi di berbagai kota. Dan hampir semua dari mereka justru teman-teman yang tidak memiliki prestasi akademis!
“Oh iya, tau nggak? Sampe sekarang si Mail masih betah aja jadi artistik, padahal dulu dia ngebet banget pengin jadi artis. Kata dia; "Walaupun sebagai pemain figuran, yang penting bisa masuk tipi". Mail...mail....apa enaknya sih jadi artis. Tapi profesi antara artis dan artistik cuma beda dikit kok, kalo artiskan kerjanya syuting tapi kalo artistik kerjanya seting. (Asal jangan jadi sinting aja gara-gara nggak kesampean jadi artis. Wakakak ngok!!!)
Salah seorang diantaranya bahkan begitu pendiamnya sampai kami beri nama sebutan 'Gong', kalau tidak dipukul tidak berbunyi. Kok bisa-bisanya ia jadi dosen dan ngajar di depan kelas! Dunia memang penuh kejutan.
Sejenak kami kemudian saling olok karena ternyata karier kami yang dulunya punya prestasi akademik lebih baik ternyata tidak secemerlang teman yang dulu kami anggap 'di bawah anjing' alias 'underdog' itu.
"Si Fulan gimana kabarnya? Ada yang tahu, nggak" Si Fulan ini 'the brightest student' di angkatan kami dan merupakan kebanggaan kelas kami "Kasihan lho dia. Setelah keluar dari bank karena rasionalisasi dan bertahun-tahun nggak punya pekerjaan tetap sekarang dia terpaksa menerima pekerjaan ngajar mulai Subuh hingga Isya'"
"Ha.!" Kami sejenak terpana membayangkan betapa nasib 'menelikung' teman yang 'bright' ini. Dulu rasanya kami semua yakin bahwa ia pasti akan memiliki masa depan yang cerah karena kepintarannya. Ia dengan mudah diterima bekerja di bank terkenal dan kariernya meroket. Terakhir ia menjabat sebagai kepala cabang dan kariernya amblas setelah bank tersebut kena likuidasi. Ia mencoba melamar ke bank-bank lain tapi prospek perbankan ternyata tidak bersahabat lagi dengannya. Dengan sisa-sisa tabungannya
ia mencoba bertahan sampai akhirnya ia harus menyadari bahwa ia harus bekerja apa saja. Mengajar bahasa Inggris privat dan di sekolah-sekolah swasta mungkin adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.
Seorang teman lain yang juga memiliki prestasi akademik tinggi ternyata nasibnya juga tidak bisa dikatakan cerah. Kariernya datar saja, termasuk kemampuan finansialnya. Ada juga seorang teman yang termasuk 'Top Gun' yang bekerja di BUMN dan memiliki karir cerah tapi mendapat masalah dalam kehidupan keluarganya.
Want to hear another surprise? Seorang teman yang kami panggil 'Pak Kyai' saking alimnya ternyata kecantol dengan 'santri'nya dan membuat keluarganya berantakan. Padahal dulu dia selalu menasihati saya agar jangan mempermainkan hati wanita, kalau dia lihat saya sudah mulai pedekate pada gadis lain.
(Dalam hati saya istighfar berkali-kali). Kok bisa ya.?!
Dua puluh tahun waktu berlalu dan begitu banyak peristiwa terjadi. Hidup memang penuh dengan kejutan yang tidak terduga. Saya masih juga sulit untuk mengerti bagaimana nasib bisa mempermainkan hidup kita. Padahal dulu saya iri banget pada teman-teman yang 'sempurna'. Otak encer, tongkrongan yahud, duit berlimpah, pergaulan luas. Everything was so easy for them. Eh., kok ya sekarang di 'sliding tackle' sama nasib.
Kira-kira gimana ya nasib saya dan Anda, 20 tahun mendatang??? Mudah-mudahan saja nasib tidak turut 'menjegal' saya dan Anda semua...Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bersyukur. Amin...
yudi_tukang cukur kumis lele
Surat untuk pak polisi
Bpk. Polisi
di Perempatan Malaka Raya
Assalamu'alaikum wr. wb
Semoga Bapak selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat dari Allah SWT, amiin. Saya dan (Insya Allah) para pengendara motor juga mendoakan semoga Bapak tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.
Dengan datangnya selembar surat elektrik, serta segerombolan kata-kata melalui machintosh inventaris kantor ini, saya hanya ingin mengemukakan perasaan saya. Perasaan haru yang tiba-tiba saja muncul setelah saya melihat bapak yang sedang bertugas mengatur lalu lintas jalan, khususnya di perempatan Malaka Raya. Melihat Bapak bekerja, telah menggiring saya secara reflek untuk segera menulis surat ini.
Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Karena berkat kehadiran Bapak, telah mengurangi kemacetan jalan serta memberi secercah harapan bagi kami para pengguna jalan (khususnya saya yg selalu melewati jalan tsb). Adakah di dunia ini yg begitu indah selain mengetahui ada polisi seperti Bapak yg begitu mulia hatinya. Karena selama ini banyak orang menilai polisi sebagai 'tukang tilang, cari uang', tapi kehadiran Bapak telah memperbaiki (sedikiiiit) 'citra' polisi di mata saya.
Saya juga ingin minta maaf kepada Bapak yg seluas-luasnya. Seluas pasar tanah abang, sedalam banjir kampung melayu, dan setinggi patung pancoran. Kalau selama ini saya suka melanggar lalu lintas dan kurang sabar dalam berkendara. Saya (tidak) mau berjanji, tapi saya akan berusaha untuk menjadi pengendara yang baik.
Semoga Allah senantiasa memantau Bapak untuk dibimbing agar tetap di jalan yang benar. Tidak ada cara lain dalam menghadapi krisis yang berpotensi makin parah ini dengan terus bekerja sebaik-baiknya, mensyukuri hasil, dan memperbanyak doa. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kelapangan di dalam kehidupan dan menyelamatkan kita dari krisis yang berkepanjangan. Amin.
----------
Pada kesempatan ini pula saya ingin memberikan penghargaan berupa 'jari tengah' kepada oknum-oknum sopir angkot B-E-G-O, yg suka menaikan ongkos seenaknya, yg suka menyalip sembarangan, yg suka membawa penumpang ugal-ugalan, yg suka bikin macet jalan. Mungkin kalo Anda sedikit cerdas, tentu Anda tidak mau jadi sopir angkot. Paling tidak Anda akan memilih menjadi sopir Ambulan atau pemadam kebakaran.
Marilah sama-sama kita berdoa agar oknum sopir angkot bego di beri pencerahan dan hidayah. Menangislah dalam sujud panjang, karena hanya tangisan para korban sopir angkot bego, tangisan para pengguna kendaraan yg terzhalimi akkibat ulah sopir angkot bego yang mampu menggetarkan tiang-tiang arsy di atas sana. Yakinlah akan hal itu.
Mungkin itu saja curahan hati saya melalui surat ini, sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya sampaikan. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb
nb: 4x4=16 sempat ga sempat...ga usah di balas.
yudi_tukangcukurkumislele
Senin, 11 Januari 2010
Tentang Seseorang

Teruntuk seseorang, tetaplah seperti melati harum semerbak mewangi sepanjang hari. Karena melati tak' akan berubah menjadi mawar berduri.
Hari ini gw kangen (baca: rindu, bukan kangen band) banget sama seseorang (mudah-mudahan ga cuma hari ini, tapi hari esok dan seterusnya juga tetep kangen)...seseorang yg bikin idup gw lebih idup...seseorang yg ngebuat gw jadi semangat lagi buat kuliah..seseorang yg bisa ngegantiin seseorang yg kini udah milik orang lain...seseorang yg bisa buat gw tersenyum lebar selebar senyum joker...seseorang yg bisa merubah baju rombeng menjadi baju berendra...seseorang yg bisa menyulap tai kotok menjadi cokelat...seseorang yg bisa membuat nada kentut menjadi RBT...seseorang yg membuat gw jadi radjin mimi cucu tiap pagi....seseorang yg membuat ingus gw bak olesan fla di puding...seseorang yg membuat rambut gw serasa model iklan shampoo (khusus rambut kriting semrawut)...seseorang yg membuat gw merasa menjadi pria tampan se-rawa bebek...seseorang yg merubah gw jadi melow&mulai menulis puisi2 norak..."berjuta-juta pohon kangkung hanya satu pohon beringin, begitu banyak gadis sekampung hanya kamu yg ku ingin" (hoek..hoek..hoek...preet!!)...seseorang yg membuat jantung gw berdetak 212 kali lebih cepet dari biasanya...seseorang yg bisa merubah donat Joko serasa J'co...seseorang yg telah memperlambat dunia ini menjadi kiamat...
Kusimpan rindu di hati....
Gelisah tak menentu....
Berawal dari kita bertemu....
Kau akan kujaga....
Kuingin tau siapa namamu...
dan kuingin tau dimana rumahmu...
Kutunggu kau kutunggu....
Kunanti kau kunanti....
Kusimpan rindu dihati....
Wahai engkau bidadariku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sbg kekasihku. Wahai engkau bidadariku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yg siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain idup ini yg harus ku kelola dan kutata kembali. Biarkan waktu yg berbicara tentang takdir kita dan mintalah kepada-Nya akhir yg terbaik terhadap kisah kita serta menjaga agar iman yg tipis ini mampu bertahan...Ya Allah...seandainya telah Engkau catatkan dia untukku, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami...Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah dia jauh dari pandangnku...Ambillah kebahagian ketika dia ada disisiku...
Wahai engkau yg sekarang kucintai, smoga hal ini bukanlah sebuah DOSA.
_ditemani tembang Naff-Bila nanti kau milikku
Temani..temani aku..Temani..temani aku..
Bila nanti kau milikku..bila nanti aku milikmu
Mencintaimu kurasakan begitu indah
Kasih sayangmu kurasakan sungguh sempurna
Menyayangimu kulakukan setulus hatiku
Mengagumiku membuatku merasa tenang
Kubahagia bila ragamu disampingku
Kumerasa tenang bila tanganmu memelukku
Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku
catatan sikil: ....whuahahahahahahahaha....bisa juga gw nge-gombal...bodo' amat!!!
Tips ngasih Nama anak
Orang bijak berkata "Apalah nama artinya sebuah". Bener ga seh kalo nama itu ga pentink?? Padahalkan nama merupakan pemberian dari ortu yang merupakan identitas kita. Mungkin aja waktu namain Anda, ortu sampe bela2in beli buku-buku nama untuk anak, atau saking bingungnya sampe berkonsultasi sama kakek, nenek, sodara, tetangga, tukang becak, tukang ojek, tukang sayur langganan, pak RT, hansip rumah, orang pinter ato orang gebleg. Bahkan ada yg sampe puasa senin-kemis demi menunggu wangsit nama yg tepat untuk anaknya. Atau jangan2 minta bantuan sama ponari (hargailah ketololan bangsa sendiri).
Mungkin ini beberapa tips buat 'bekel' Anda2 smua dalam memberi nama anak atau mungkin aja bagi Anda yang ingin berganti nama. Semoga tips yg singkat nan sederhana ini dapat bermanpaat bagi Anda.
1. Berilah nama anak sebagus mungkin. Percaya ga percaya (mendingan ga usah percaya). Nama anak yg bagus akan memudahkan waktu melamar pekerjaan.
Ini beberapa contoh proses wawancara
Contoh 1
pewawancara: namanya siapa mbak?
pelamar: Claudia Chintya Bella
Pewawancara: wah namanya bagus! IPKnya berapa mbak?
pelamar: 1.5
Pewawancara: ok, saya tulis aja jadi 3.5 ya mbak. Lanjut aja sana ke medical check up.
Contoh 2
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
pelamar: 3.6
pewawancara: bagus. Kalo nama?
pelamar: Catherine van Laurent
Pewawancara: Wah, asalnya pasti dari Belanda?
pelamar: Pekalongan
Pewawancara: Gak papa, gak akan ditanya kok. Lanjut ke medical check up.
Contoh 3
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
pelamar: 3.99
pewawancara: Wow, it's goooood. Namanya?
pelamar: Ngatini
Pewawancara: Exit sebelah kiri mbak.
2. Berilah nama yg berirama.
Contoh:
1. Rhoma Irama
2. Ira Suara
3. Denada
Yeaaah...!!! Nama yg memiliki irama terbukti sangat berguna dalam industri musik (dangdut khususnya). So, kalo nanti sampe di PHK dari tempat kerja, masih ada peluang buat jadi penyanyi dangdut...ya minimal penyanyi dangdut gerobak doronglah.
3. Hindari pemberian nama yg susah untuk di ucapkan atau nama yg terlalu panjang.
Inilah beberapa kasus dari nama yg susah diucapkan/kepanjangan.
kasus1: Ijab qabul
penghulu: "Saya nikahkan sodara dengan bla...bla..bla..dgn maskawin seperangkat alat sholat beserta masjid dan jamaahnya" (lengkap amat, ga sekalin aja sama kotak amalnya)
calon pengantin pria: "Saya terima nikahnya Sarah Mclachlankrevsiazukiklkhhyykpufff...shit!!!"
saksi: "TIDAAAAAAK SAH"
Ga kebayangkan gara2 salah/suseh nyebutin nama, jadi batal kawin. Sungguh ironis, sadis, tragis, dramatis...ck..ck..ck...
Kasus 2: Reporter
"........demikian informasi dari Indaramayu...bla..bla..bla.... Saya Tony Tjandra Tarumanegara Titian Terapi Tidak Terkalahkan Tangan Terkepal Tinjunya Terarah Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tukang Tempe Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus Tapi Tetep Tabah, melaporkan."
Tape Teh...
Kasus 3: Ga lulus saat ujian.
Ga kebayangkan bila kita sedang ujian, waktu kita buat ngejawab soal-soal habis untuk ngebuletin nama sendiri dilembar ujian. Akibatnya sangat fatal, Anda bisa ga lulus. Nama mulia Anda akan rusak seantero dunia persilatan. Masa depan Anda gelap, suram, kelam. Mau ngelamar kerja ditolak, minjem duit dikasih bantingan pintu, mau ngelamar anak orang diludahin. Hati-hati, man!
4. Punya nama depan atau nama belakang asing, biar dibilang indo.
Contoh 1
Bapaknya Tegal
Ibunya Brebes
Anaknya? Rebecca Varela
Beudeuh!!! Mantab dah....
Contoh 2
Guru:"Smary Saklitinov, coba kemari!"
Murid: "Ya bu, saya"
Guru: "Kamu keturunan Yugoslavia yach?
Murid: "Oo..itu, Smary itu singkatan dari bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti, kalo Saklitinov singkatan dari Sabtu Kliwon Tiga November
5. Naik haji jika mampu. (halah!)
Diolah dari berbagai sumber yg (tidak) dapat dipercaya.
yudi_tukangcukurkumislele
ditemani hujan deras yg diselingi orkestra riuh menggelegar.
Putih Cantik
ANDA SETUJU? JUJURLAH… ;)
kartu pengukur kecerahan kulit dari ponds
Di depan TV, lelaki itu bergumam, “Kalau saja setiap kali kita keluar, semua wanita yang kita jumpai seperti itu…” Matanya menatap tayangan iklan Pond’s yang menampilkan entah berapa banyak wanita cantik yang berkulit terang. Itu sama saja mengkhayalkan setiap wanita (muda) adalah alumnae Pond’s Institute. :D
Putih. Cantik. Itulah mantera industri. Tak hanya mata rantai industri kosmetika melainkan juga sektor lainnya. Lihat saja model iklan mobil, ponsel, dan… SPG di pameran.
Putih itu cantik. Cantik itu putih. Tak semua orang setuju. Olok-olok sembarangan bilang, “Yang nggak setuju biasanya yang nggak berkulit putih.”
Adapun bentuk perlawanan, dari “black is beautiful” sampai “gendut juga tetap cantik”, menurut pengolok-olok itu hanya diamini oleh kaum yang terbela. Mungkin serupa dengan pembenar dan penghibur diri, “Botak itu macho“. Padahal kalau diberi kesempatan lagi jadi gondrong mungkin si botak akan memanjangkan rambutnya.
Tentu saya tak menyamaratakan industri kecantikan. Toh dunia fashion pernah punya Naomi Campbell dan Iman Abdul Majid. Industri kosmetika punya The Body Shop yang mencoba meyakinkan setiap wanita bahwa masing-masing itu cantik meskipun tidak putih dan tidak langsing.
Salah satu cara meyakinkan ya dengan menyebarkan kartu pengukur “keterangan” (atau “kegelapan”) kulit. Artinya itu soal warna, soal tone. Karton yang sama tidak dirancang untuk mengukur tekstur baik untuk kehalusan maupun kekasaran kulit. Mungkin cetakan tertolak — akibat pencampuran tinta yang salah sehingga warnanya terang — malah bisa menghibur.
Sebagai penutup, saya mau tanya. Apapun warna kulit Anda, jika Anda pria lebih suka wanita berkulit terang atau gelap?
===========
Gila neh artikel provokatip bgt. Itulah perempuan, mau saja dibuat imej seperti itu. Feminimitas lebih kepada kepuasan bagi laki-laki (agar dipandang cantik, dapet jodoh, laku di dunia kerja). Well, siapa yang lebih ‘cantik’ bakal sukses hidupnya :) untung gw dilahirkan sebagai laki2 hahaha…(gebleg)
Dunia sudah terbalik ya. Orang eropa yg notabene berkulit terang mau jadi sawo matang, orang asia malah berlomba2 untuk tambah putih…Di eropa justru yang hitam itu dianggap keren karena tajir, bisa sering2 liburan buat berjemur.
Iklan ponds dan sejenisnya sungguh menyesatkan. Eniwei, ada satu iklan lagi tapi gue lupa iklan apa, pokoknya pas liat org tua jompo yg gak mau dilayani oleh suster yang kulitnya agak gelap, tapi begitu datang suster yg kulitnya cerah, dia langsung bangun dan berkata, “WAHHH, SEPERTI MALAIKATTT”… arggghh (nazis,nazis,nazis), pembentukan imej kayak begini SANGAT menyesatkan. Seakan2 cowo menilai cewe hanya dari warna kulitnya. Lha atribut lain spt intelligence, karakter, dll dikemanakan? hello?
Buat gw, warna kulit tidak masalah. Masih banyak hal-hal fisik (dan lebih superfisial) dari wanita yang lebih gw prioritaskan :P
putih boleh hitam boleh, asal jangan putih tutul-tutul hitam atau hitam tutul-tutul putih…weks!!! (macan tutul kaleeee)
Standar cantik yang diamini oleh banyak orang sekarang ini adalah yang dibentuk oleh industri periklanan itu. Sediiiiiiiiiiih rasanya cantik itu cuma satu kriteria: putih, rambut lurus dan ramping. Padahal selera orang berbeda. Bikin banyak orang jadi minder aja neh! (hiks..hiks...hiks)
Ini bentuk penjajahan baru kaum pria terhadap wanita yang acap kali tidak sadar bahwa dia dijajah oleh pria. Yang menuntut wanita agar tampil cantik, salah satunya dengan memiliki kulit putih. Dan wanita merespon dengan senang hati, jadilah mereka target eksploitasi produk-produk bleaching seperti ponds dan rekan-rekannya (Halahh gw ngomong apa sih…)
Tapi terkadang kita juga ga bisa menyalahkan iklan seenaknya (nah lho, tadi nyalahin iklan, sekarang malah belain. Dasar ga konsisten!!!!). Begini maksud gue, kalo produknya emang menjual pemutih kulit, ya imej yg dijual ya cewe harus putih. Kecuali kalo produknya itu namanya Pond’s Black Beauty, nah itu baru lain soal. Pasti Pond’s akan menjual citra black is beautiful. Tapi, kok ndak ada yach orang jualan krim penghitam, shampo khusus rambut kribo, pengkasar kulit, penumbuh jerawat, penggemuk dan pemendek tubuh, serta aneka rupa2 lainnya... (ya iyalah, masa ya iya donk)
Kalo gw pribadi ditanya, lebih suka wanita berkulit putih atau gelap?
Dengan TEGAS gw jawab, gw ga suka cewe berkulit putih. TITIK!!!….gw sukanya cathy, vj rianti, julie esteler, lhooo...kabuuuuuuuur...
Tulisan ini ga perlu ditanggapi terlalu serius, entar loe sendiri yang stresss.
Apapun warna kulitnya yang penting minumnya “TEH BOTOL SOSRO”… :P
yudi_hepi dengan apa adanya saja
Jumat, 08 Januari 2010
Ah, Wanita ..
Ah, Wanita ..
Gue pernah baca sebuah artikel disalah satu majalah yang bertuliskan ; "Tanpa wanita, uang anda tidak akan berarti apa apa".
Begitu pula dalam film "Scarface" yang dimainkan sangat baik sekali oleh All Pacino, dimana dalam salah satu dialog nya ia mengungkapkan kalimat yang menjadi motto hidup nya (di dalam film itu) : "Hard to work, you got money, you got power, you got women and the world is mine !!".
Akan tetapi mereka lupa, bahwa karena wanita pula kita akan dapat terjatuh dan menjadi tidak ada apa apa nya lagi (nothing).
Saat ini mungkin kita masih ingat kisah-kisah para artis, pengusaha, maupun politikus yang pernah kondang dan bersinar kehidupannya dengan kekayaan / asset yang melimpah di masanya, kini sudah mulai jatuh berguguran satu per satu.
Mungkin kita masih ingat kisah Al-Amin Nasution yang saat ini menjadi tersangka korupsi. Suami dari Kristina (penyanyi dangdut) ini juga digugat cerai oleh istrinya lantaran selingkuh. Bukan hanya itu saja dimeja kerja Al-Amin ternyata banyak foto-foto perempuan (apa masih kurang cantik kristina???).
Tragis......,
Kehidupan sudah berubah. Al-amin, anggota dewan yang sebelumnya nothing, lalu menjadi something dan kini menjadi nothing.
Tulisan ini sekedar sebagai gambaran atau cermin bagi kita semua, bahwa tidak semua orang bisa menjadi sukses. Dan juga yang terpenting, tidak semua orang akan siap jika di berikan kesuksesan yang sangat berlimpah oleh Tuhan.
Mungkin siap menjadi sukses LEBIH SULIT dari pada menuju ke jenjang sukses itu sendiri. Dulu, sebelum menjadi sukses, orang tidak tahu akan kita. Sekarang setelah sukses, orang-orang ingin mendekati kita, terutama para wanita.
Tukul Arwana, dalam salah satu wawancaranya pernah menyatakan akan hal ini ; "Yang mendekati saya, yang ngajak kawin saya, sangat banyak, cantik-cantik dan sexy". Bayangkan saja, jika kita tidak siap siap menjaga kesukseskan kita, maka dalam sekejap kita akan runtuh.
Bukan sekali atau dua kali godaan menghampiri tatkala sukses menjelang. Banyak dan bahkan teramat banyak. Akan tetapi jika saja iman dan hati kita selalu bersih dan mengingat bahwa inilah nikmat yang tidak terhingga yang kita peroleh dari Tuhan, kita dapat melewatinya.
Tulisan ini bukan untuk mengulas ataupun menyinggung akan tetapi menunjukkan adanya hubungan kolerasi negative yang di timbulkan antara kesuksesan dengan wanita.
Wanita..., adalah mahluk yang di ciptakan Tuhan dari tulang rusuk kita, hendaknya lah menjadi pendamping kita dan bukan menjadi penghancur.
yudi_penikmat pisang goreng mpok saroh
Kamis, 07 Januari 2010
Bagaimana Mengetahui Seseorang (Bukan) Gay?
Bagaimana Mengetahui Seseorang (Bukan) Gay?
Tentu kita kenal siapa "Ryan Jombang" yang sempet menjadi seleb dadakan karena kasusnya. Berita tentang Ryan sering dibahas oleh media (baik media cetak/elektronik). Tapi kali ini bukannya gue ingin membahas sosok Ryan Jombang. (karna beritanya emang udah basi and emang ga pentink untuk dibahas).
-----------
Tulisan diatas hanyalah pengantar dari isi tulisan dibawah. Ibarat musik, intro dulu baru reff. Pasti Anda ber-pikir (kecuali Anda memang ga punya otak) saat membaca judul di atas. Mengapa kita harus mempelajari ciri-ciri cowok gay?Penting ga seh?! Pertama, ini untuk para cewek (terutama yg sedang mencari calon suami atau selingkuhan). Katanya sih, saat ini perbandingan antara cowok dan cewek berbanding 1:5. Artinya populasi cewek di Bumi lebih banyak ketimbang cowok, tapi sungguh ironis, karena jumlah cowok gay juga semakin banyak. Umumnya cowok gay keren-keren, maka dengan mengenalinya Anda akan terhindar dari salah-taksir. Kedua, ini untuk umum: Dengan mengenalinya kita semakin sadar akan keberadaan kita ditengah pergaulan sosial yang terus berubah (berat bgt dah bahasanya). Ketiga, ya loe pikir aja sendiri. Ini memang sedikit klise, tapi kira-kira begitulah. Percayalah, tips tentang cara mengenali gay merupakan pengetahuan praktis yang berguna dalam konteks dinamika kehidupan kita (di kota besar semacam Djakarta khususnya).
"Gampang-gampang susah" memang untuk mengenali gay. Artinya memang agak susah atau sedikit mudah. Kemungkinan salah memang ada, but it's ok no problemo. Toh, permainan mengenali gay ini bukanlah kuis yang jika salah Anda akan kehilangan kesempatan unuk membawa pulang toyota alphard atau hadiah jutaan rupiah...
Pernah denger istilah hombreng? Bahasa kerennya homoseksual. Menurut dedengkot hombreng Indonesia, DR Dede Oetomo, "perjuangan kaum gay menempuh beberapa tahapan". Seperti dikutip majalah Gatra edisi 4 Oktober 2003, gembong Yayasan Gaya Nusantara ini menyebutkan, fase gerak kaum homo dari underground hingga terang-terangan. Bagi Anda yg homofobia, Anda mesti menghindari tempat-tempat yang sering menjadi titik ngumpul para cowok gay. Seperti Blok M Plaza, Kafe Ohlala Djakarta Teater, Pasar Festival. Atau di Heaven Club, sebuah diskotek khusus gay dikawasan Dharmawangsa Square, Jak-Sel. Setiap Rabu malem disini digelar Brandy Bunch, "Brandy" adalah istilah gaul untuk kata "brondong" yg acap kali juga sering disebut Campus Gay Night. Dengan mengenali sejak dini, tentu Anda tidak terjebak mengunjungi tempat-tempat yang membuat Anda merasa salah-masuk.
Sementara itu sosialisasi homo terus digencarkan, misalnya secara halus melalui tayangan teletubbies yang diperankan 4 boneka gendut. Dimana tayangan tersebut membawakan misi homoseksual lewat tokoh Tinky-Winky. "Tinky-Winky" berwarna ungu, warna kebanggaan kaum gay dan mempunyai antena segitiga terbalik dikepalanya yang merupakan simbol kebanggaan kaum gay. Sekarang ditipi-tipi kaum homo mendapat panggung promosi yang luas. Banyak kita jumpai sebagian seleb populer yang biasa mendakwahkan peran laki-laki kemayu.
Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini, makin tak ada tempat bagi orang-orang yang tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan, termasuk perbedaan orientasi seksual. Dengan kata lain, siapapun diri Anda tak akan pernah bisa lari dari homoseksualitas. Cowok gay ada dimana-mana, dan sekali lagi, Anda hanya cukup mengenalinya.
Pernahkah Anda mendengar ungkapan seperti: semua perancang busana atau penari latar (pasti) gay. Terlalu picik memang seorang perancang busana atau penari latar di bilang gay, memang terkesan terlalu menyederhanakan persoalan. Tapi jangan takut, seperti yang gue bilang tadi, memang agak susah atau sedikit mudah dalam mengenali cowok gay.
Inilah beberapa ciri yang melekat pada cowok gay: jalan sendirian di mal bersama rombongan yang semuanya cewek, pake behel warna hijau muda, pake kacamata warna ngejreng (walopun bukan kacamata minus), mengenakan tas slempang, kaos ketat dobel-dobel (terkadang aneh dan ga matching), rambut di cat high light, ekstrem-funky kesan berminyak dan mengkilap, tubuh atletis tapi gemulai, memakai kaos bertuliskan "No Ejaculation", memilih baju di departement store sambil bernyanyi-nyanyi lirih atau bersenandung menirukan lagu yang tengah diputar, jam setengah dua belas malem ada dihalte Sarinah Thamrin, kalo ngomong tidak ketinggalan mengucapkan kata "Nek!", "Bok!", "Cuapee dee!" atau menyahut "Makasiiy!" sambil matanya kedap-kedip kaya orang cacingan.
Sampai disini mungkin Anda heran dan bertanya, hanya karena berprofesi sebagai perancang busana atau memakai tas slempang seseorang bisa diidentifikasikan sebagai gay (yg bener aja!!). Sabar. Sekali lagi jangan takut salah, tapi juga jangan takut bener. Toh, Anda tentu tidak akan mendatangi yang bersangkutan dan bertanya "Loe gay?" Ingat man! Seorang gay itu lebih sadis ketimbang 23 preman tanah abang. Bisa aja saat Anda bertanya kepada yg bersangkutan, Anda akan langsung dibunuh dengan cara ditusuk-tusuk pake pisau tumpul berkarat, kemudian tubuh Anda dipotong-potong menjadi 12 bagian, sebagian tubuh Anda akan dijual dipasar untuk dijadikan campuran membuat baso dan sebagian lagi dibuang kelaut untuk makanan hiu...ck..ck..ck. Tapi kalo Anda berwajah cukup tampan dan keren, maka kejadiannya akan beda. Bisa aja Anda akan.....(silakan Anda ber-imajinasi masing-masing).
So, kalo mau disimpulkan: seorang cowok gay bisa dikenali pertama kali dan terutama (cukup) lewat penampilnnya. Cowok-cowok yang mengenakan kaos bergambar iwan fals, band-band metal, atau partai politik tertentu, atau bertuliskan nama toko bangunan, memakai jaket dekil dan bau ala tukang ojek, atau memakai sepatu khas militer hampir pasti bukan gay. Tapi, tak menutup kemungkinan bahwa mereka juga gay. Sekali lagi ingat, bila itu terjadi, sungguh ironi.
“Some people think he’s gay, but he’s actually metrosexual.” Tapi terkadang Anda akan sangat sulit membedakan antara cowok gay dan cowok metroseksual. Karna memang perbedaan keduanya sangatlah tipis sekali. Tapi sekali lagi gue ingatkan, jangan takut salah. Ciri-ciri diatas mengandung separuh kebenaran alias mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya.
*Tulisan diatas cuma isenk disela-sela kerjaan kantor yang menumpuk dan tugas kuliah yg bikin otak gue mencret-mencret. Apabila ada yang keberatan dengan tulisan diatas. Gue mohon maap yang sekecil-kecilnya.
Februari, 2009
yudi_tukangcukurkumislele
penikmat gado-gado mpok Saroh (ini gado2 langganan gue, biasanya seminggu sekali gue menyempatkan diri untuk mampir). ga pentink bgt yak?!!! bodo amat.
Catatan pentink!!! PENTINK BANGET MALAH!!! : Gue masih normal, Oke Gue ulangin: GW MASIH NORMAL!!! gue masih laki-laki normal and tulen yang masih doyan lawan jenis. (Demi Tuhan, gue masih NORMAL!) Whuahahahahahahah...
Rabu, 06 Januari 2010
Bahasa
“Selama ini kita banyak yang salah dalam mempersepsikan pikiran. Contohnya adalah soal label halal. Padahal yang seharusnya adalah label haram. Indonesia adalah negeri Muslim terbesar dunia, sudah seharusnya semua makanan atau produk yang ada di negeri ini memenuhi syarat kehalalan. Jadi, yang perlu ditempeli atau dilabeli adalah produk-produk yang haram dengan label haram.”
Saya sempat terhenyak, baru sadar dengan kesalahan persepsi ini. Walau kelihatan sepele namun sangat prinsipil dan sangat penting untuk diubah. Memang, yang seharusnya dikasih label adalah makanan atau produk yang haram, dengan label “Haram”.
“Rumah sakit pun demikian,” ujar sahabat saya lagi. “Seharusnya rumah sehat.” Kami bertiga tertawa. Saya jelas mentertawakan kedhaifan saya sendiri yang masih saja, setidaknya sampai malam itu, memelihara kejahilan persepsi saya dalam memandang hal-hal seperti itu. Silaturahim memang selalu bermanfaat. Setiap kali bertemu dengan sahabat, kita akan selalu menemukan kebaikan dan mutiara di sana. Terima kasih ya Allah, Engkau telah begitu baik melimpahkan sahabat-sahabat di sekeliling saya yang begitu perduli dengan al-haq dan mau nasihat-menasihati di dalam kebaikan. Alhamdulilah