
Yang Setia Menemani
Aku terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku.
Aku pandangi alat komunikasiku, handphone Nokia 3315. HP jadul yang dulunya ngetrend sekitar tahun 2000an. Mungkin kini nasibnya banyak dicampakan orang seiring hadirnya HP yang lebih canggih dengan segala fitur yang ada. HP 3315 adalah HP pertama yang kubeli dengan uangku sendiri saat masih kuliah ya hasil keringatku sendiri. Saat itu aku ingin memiliki HP dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 4 tahun lebih Si Abu-abu ini berpindah tangan dari penjualnya ke tanganku, semenjak kuliah aku membelinya di sebuah conter dekat rumahku. HP second seharga 250rb. Dia seolah menghapus jarak dan waktu antara aku dengan keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang aku hendak berhubungan dengannya. Dia seolah asisten pribadi yang mencatat agendaku serta janji-janjiku dengan orang lain. Dia bahkan tidak sekedar mencatat, tapi juga berbunyi mengingatkanku untuk bangun diwaktu subuh saat matahari belum menampakan wajahnya. Dia mencatat nama-nama orang, nomor kontak mereka, sehingga memudahkanku ketika ingin berhubungan dengan mereka. Dia menghiburku ketika aku sedang penat, dengan permainan-permainannya (walaupun seadanya). Dia benar-benar setia menemani hari-hariku.
Tapi kini Hpku sedang S-E-K-A-R-A-T, batrenya sering ngedrop, sehingga bila dipakai untuk menelepon dan menerima telepon HPku langsung mati. Pernah terpikirkan untuk mengantinya dengan HP yang baru dan layak pakai. Ya...waktu itu aku sudah ingin membelinya, sebuah HP smart yg bisa dijadikan modem juga. Inilah sebagian kisahku dalam berburu HP smart.
Kisah1:
Rencananya waktu itu aku ingin membeli HP smart di Mal Ambasador sekalian bersilaturahmi kerumah temenku yang tinggal di belakang Ambasador. Ketika sampai di conter smart dan antri lama pula, kini tibalah giliranku menemui mbak-mbak cantik yang jaga pada waktu itu. Ketika HP smart sudah berada di genggaman tanganku, aku minta mbak-mbaknya untuk sekalian instalin ke PowerBookku. Kebetulan pada saat itu aku sedang membawa PowerBook. Hmmm...mugkin memang belum rezekiku memilki HP smart itu. Katanya HP smart yg inginku beli tidak kompetibel dengan PowerBook yg aku milki. Akhirnya pupuslah harapanku memilki HP baru.
Kisah 2:
Ada seorang teman kantorku yg ingin menjual HP smartnya, dan akupun tertarik. Sebelumnya aku coba dulu di machintos kantorku, dan ternyata kompetibel...kata temenkupun demikian bisa digunakan di MackBook miliknya. Tapi sebelum aku membelinya aku disuruh mencobanya sehari dulu, katanya sih batrenya bermasalah. Dan ternyata benar Hpnya tidak bisa di charger. Akhirnya aku batal untuk membeli Hp temanku itu.
Hehehe....mungkin 3315 tidak rela bila harus diduakan atau di campakakan olehku....toch bagiku HP bukanlah suatu barang yag spesial. pulsa 10ribu saja bisa bertahan 2 bulan lebih....
pulsa 10rb bertahan 2 bulan menandakan orang ini ga punya teman KYAHAHAHA.....
BalasHapus