Selasa, 23 Februari 2010

TKW

TKW

Dengan alesan faktor ekonomi serta diiming-imingi gaji gede menjadi alesan utama para TKW nekad mengadu jangkrik eh (nasib) di negeri orang. Bagaimana tidak mengilerkan (baca:menggiurkan) tenaga mereka di negeri orang di hargai antara 2-3 juta, beda jauh dengan di tanah air yg tenaga mereka hanya di banderol 300-500rebuan. Jadi kalo beruntung (kalo beruntung ya) 2 tahun bekerja saja, para TKW udah bisa menggondol uang puluhan juta...beh...Sontak nasib mereka berubah jadi kaya secara instan. Biasanya sih uang hasil gajian di pake buat ngebangun rumah, beli sawah, atau beli kebo.

Walopun banyak kita denger kisah-kisah mengenai TKW yg disiksa, diperkosa, nggak dibayar gajinya, tapi masih aja ribuan calon TKW tetep ngantri untuk dikirim keluar negeri. Meski resiko menghadang, mereka seolah tak peduli....lagi-lagi himpitan ekonomi di negeri sendiri yg membuat mereka rela mencari segenggam berlian di negeri orang....Karena memang tanpa modal pendidikan dan keterampilan mereka begitu sulit mendapatkan pekerjaan di negerinya sendiri. Toch banyak juga para sarjana-sarjana muda di negeri ini yg menganggur. Keren ye negeri ini penganggurannya aja sarjana..hihihi. Disisi lain pemerintah sepertinya nggak serius mencari solusi untuk mengatasi problem TKW ini..Sebenernya gue males ngomongin or menyalahkan pemerintah or ngandelin pemerintah...tau sendiri pemerintahan kita kaya gmana.....

Yang jelas menjadi TKW berarti telah meninggalkan kewajiban utama sebagai seorang emak, peran yg sangat strategis sbg peletak dasar masa depan anak-anak, generasi penerus. Seharusnya sbg seorang suami tidak memberikan izin bininya jadi TKW, apalagi suami memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya. Sesulit apapun kondisinya, gue ulangin sesulit apapun, mestinya para suamilah yg berupaya keras mendatangkan rezeki. Gue yakin kok, kalo kita mau berusaha end dekat dengan-Nya pasti slalu ada jalan keluar. Toch Allah juga tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas kemampuan hambanya...ujar gue sok alim.

Kenapa pula kita tidak mengganti tenaga kerja wanita dengan tenaga kerja waria yg kian hari merajalela di negeri ini. TKW (Tenaga Kerja Waria). Gue rasa ini suatu terobosan yang jitu dalam memperdayakan para waria. End gue pikir juga tidak akan terulang lagi yg namanya kisah tragis yg dialami tenaga kerja kita. Lagian siapa pula yg mau perkosa waria (kecuali mereka yg memilki kelainan), gue rasa kekerasan maupun pemerasan yg dialami oleh para TKW takkan terjadi lagi.

Yayaya..sudah saatnya bangsa kita menjadi pengekspor teknologi, bukan sekedar mengimpor lagi. Rasanya kita sudah bosan, dan mungkin malu, kalo harus melulu mengekspor TKI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar