Nakhoda
"Idup tanpa cita-cita bagaikan kapal tanpa nakhoda
Dunia tanpa cinta bagaikan dunia dalam berita..."
----------------------------------
Hmmm....Sebagian besar anak kecil, jika di tanya cita-citanya bila besar nanti mau jadi apa? Pasti banyak yang bercita-cita menjadi pilot. Itu pula jawaban saya waktu guru SD menanyakan cita-cita saya. Tapi mengapa jarang ya atau malahan tidak ada jawaban dari mereka yang bercita-cita menjadi nakhoda....
Ada satu pengalaman yang membuat saya terkagum-kagum dengan profesi yang satu ini. Mereka (nakhoda-red) slalu terlihat cool n' calm di segala suasana, mau ada ombak besar, badai, angin kencang, atau gangguan cuaca segokil apapaun sepertinya mereka selalu terlihat tenang dan berkata kepada para penumpang yang sedang panik; "Penumpang diharap tenang, tetap duduk dan jangan ada yg berdiri. Kita hanya sedang mengalami gangguan cuaca sedikit".
Itulah pengalaman saya ketika naek kapal dari Pulau Pramuka ke Muara Angke. Pada saat itu saya naek kapal dengan jadwal pemberangkatan yang ke-dua, yaitu sekitar jam 1 siang (sekedar info; jadwal kapal pertama berangkat jam 7 pagi).
Satu jam setelah lepas landas dan menjauhi dermaga Pulau Seribu, terjadi ombak besar. Naek kapal yang saya harapkan bakalan tenang dan damai, tiba-tiba berubah seperti naek kora-kora di Dufan. Semua bergoyang, bahkan air laut sampe masuk ke dek dalam. Cuaca pada saat itu padahal tidak terlalu buruk, cuma kalo siang hari memang angin bertiup kencang yg mengakibatkan ombak besar. Berbeda sekali saat saya berangkat pagi hari. Ombak di pagi hari sangat tenang, saya tidak merasakan seperti naek kapal.
Brarr! Brar!!! Brarrr! Lagi-lagi ombak besar mengguncangkan kapal yang saya tumpangi, kapal bergoyang kencang kembali, rasanya seperti berada dalam kandungan Inul waktu lagi ngebor. Tidak lama kemudian para ABK (Anak Buah Kapal) segera menutup jendela kapal, agar air tidak masuk kembali. Para ABK juga berusaha menenangkan para penumpang atas perintah dari sang Nakhoda. "Penumpang diharapkan untuk tetap tenang dan diam di tempat agar kapal tetap seimbang". SIAL! Padahal saya berharap yang bilang begitu adalah seorang pramugari kapal yang cantik, putih, rambut panjang, tinggi semampai, dan jalannya ngesot (pramugari ngesot donk). Saya membayangkan sendainya saya yang jadi nakhodanya. Saya mungkin ga bisa se-cool nakhoda itu. Ada ombak sedikit saja, bisa-bisa saya keluar dari ruang kemudi sambil megang kepala dan menghampiri para penumpang sambil berkata, "KAPAL AKAN TENGGELAM!! KITA AKAN MATI!!! KITA AKAN MATIIII!!!! Saya rasa para penumpang yg lagi santai sambil makan kuaci langsung tereak2 histeris.
Saya juga nggak ingin membayangkan kapal yg saya tumpangi seandainya terguling oleh ombak dan tenggelam pada waktu itu. Mungkin saat itu para penumpang sudah di kelilingi oleh segerombolan hiu yg belum makan dari orok, lalu hiu tsb tersenyum lebar seakan-akan meledek para penumpang sambil memperlihatkan gigi2nya yang tajam. Dengan agresifnya hiu itu meyerang kaki, tangan, kepala para penumpang hingga terputus, lalu mengkoyak-koyak tubuh mereka hingga semua isi dalam perutnya berantakan. Air laut yang biru berubah menjadi merah darah. Atau mungkin saja para penumpang akan mati karna kebanyakan minum air laut, tubuh mereka menjadi gendut dan akhirnya meledak ditengah lautan. Kemudian usus para penumpang yg berceceran dijadikan ajang perlombaan tarik usus oleh segerombolan gurita bogel. Bila penumpang kapal tsb orang baik dan beriman (hmm...kaya saya misalnya), mungkin saat itu saya akan ditolong oleh segerombolan lumba-lumba atau putri duyung yang baik hati (hiperbola bgt nih orang).
Tapi alahmadulilah akhirnya semua penumpang selamet juga sampai daratan, perjalanan yg biasanya ditempuh sekitar 2 jam menjadi molor 3 jam. Dan sampai sekarang saya nggak tau jenis kapal apa yang saya naiki. Apakah sejenis kapal Titanic, Pinisi, atau Kopi Kapal Api. Dan satu lagi yg menjadi catatan penting 90 % para penumpang yg berada di dek bawah muntah. Seorang wanita juga ada yg histeris ketakutan, teriak dan nangis hingga akhirnya digotong oleh penumpang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar