Tips ngasih Nama anak
Orang bijak berkata "Apalah nama artinya sebuah". Bener ga seh kalo nama itu ga pentink?? Padahalkan nama merupakan pemberian dari ortu yang merupakan identitas kita. Mungkin aja waktu namain Anda, ortu sampe bela2in beli buku-buku nama untuk anak, atau saking bingungnya sampe berkonsultasi sama kakek, nenek, sodara, tetangga, tukang becak, tukang ojek, tukang sayur langganan, pak RT, hansip rumah, orang pinter ato orang gebleg. Bahkan ada yg sampe puasa senin-kemis demi menunggu wangsit nama yg tepat untuk anaknya. Atau jangan2 minta bantuan sama ponari (hargailah ketololan bangsa sendiri).
Mungkin ini beberapa tips buat 'bekel' Anda2 smua dalam memberi nama anak atau mungkin aja bagi Anda yang ingin berganti nama. Semoga tips yg singkat nan sederhana ini dapat bermanpaat bagi Anda.
1. Berilah nama anak sebagus mungkin. Percaya ga percaya (mendingan ga usah percaya). Nama anak yg bagus akan memudahkan waktu melamar pekerjaan.
Ini beberapa contoh proses wawancara
Contoh 1
pewawancara: namanya siapa mbak?
pelamar: Claudia Chintya Bella
Pewawancara: wah namanya bagus! IPKnya berapa mbak?
pelamar: 1.5
Pewawancara: ok, saya tulis aja jadi 3.5 ya mbak. Lanjut aja sana ke medical check up.
Contoh 2
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
pelamar: 3.6
pewawancara: bagus. Kalo nama?
pelamar: Catherine van Laurent
Pewawancara: Wah, asalnya pasti dari Belanda?
pelamar: Pekalongan
Pewawancara: Gak papa, gak akan ditanya kok. Lanjut ke medical check up.
Contoh 3
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
pelamar: 3.99
pewawancara: Wow, it's goooood. Namanya?
pelamar: Ngatini
Pewawancara: Exit sebelah kiri mbak.
2. Berilah nama yg berirama.
Contoh:
1. Rhoma Irama
2. Ira Suara
3. Denada
Yeaaah...!!! Nama yg memiliki irama terbukti sangat berguna dalam industri musik (dangdut khususnya). So, kalo nanti sampe di PHK dari tempat kerja, masih ada peluang buat jadi penyanyi dangdut...ya minimal penyanyi dangdut gerobak doronglah.
3. Hindari pemberian nama yg susah untuk di ucapkan atau nama yg terlalu panjang.
Inilah beberapa kasus dari nama yg susah diucapkan/kepanjangan.
kasus1: Ijab qabul
penghulu: "Saya nikahkan sodara dengan bla...bla..bla..dgn maskawin seperangkat alat sholat beserta masjid dan jamaahnya" (lengkap amat, ga sekalin aja sama kotak amalnya)
calon pengantin pria: "Saya terima nikahnya Sarah Mclachlankrevsiazukiklkhhyykpufff...shit!!!"
saksi: "TIDAAAAAAK SAH"
Ga kebayangkan gara2 salah/suseh nyebutin nama, jadi batal kawin. Sungguh ironis, sadis, tragis, dramatis...ck..ck..ck...
Kasus 2: Reporter
"........demikian informasi dari Indaramayu...bla..bla..bla.... Saya Tony Tjandra Tarumanegara Titian Terapi Tidak Terkalahkan Tangan Terkepal Tinjunya Terarah Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tukang Tempe Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus Tapi Tetep Tabah, melaporkan."
Tape Teh...
Kasus 3: Ga lulus saat ujian.
Ga kebayangkan bila kita sedang ujian, waktu kita buat ngejawab soal-soal habis untuk ngebuletin nama sendiri dilembar ujian. Akibatnya sangat fatal, Anda bisa ga lulus. Nama mulia Anda akan rusak seantero dunia persilatan. Masa depan Anda gelap, suram, kelam. Mau ngelamar kerja ditolak, minjem duit dikasih bantingan pintu, mau ngelamar anak orang diludahin. Hati-hati, man!
4. Punya nama depan atau nama belakang asing, biar dibilang indo.
Contoh 1
Bapaknya Tegal
Ibunya Brebes
Anaknya? Rebecca Varela
Beudeuh!!! Mantab dah....
Contoh 2
Guru:"Smary Saklitinov, coba kemari!"
Murid: "Ya bu, saya"
Guru: "Kamu keturunan Yugoslavia yach?
Murid: "Oo..itu, Smary itu singkatan dari bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti, kalo Saklitinov singkatan dari Sabtu Kliwon Tiga November
5. Naik haji jika mampu. (halah!)
Diolah dari berbagai sumber yg (tidak) dapat dipercaya.
yudi_tukangcukurkumislele
ditemani hujan deras yg diselingi orkestra riuh menggelegar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar