Selasa, 26 Januari 2010

Beruntung Masih Bisa Lupa

Beruntung Masih Bisa Lupa

Lupa nggak selamanya buruk, jelek, najis, jijik, jorok. Lupa nggak selamanya merugikan. Kadang kita selalu menganggap lupa adalah sebuah hal yang patut dicaci, dimaki, dibenci, dan mesti disesali. Nggak cuma itu, lupa terkadang jadi bulan-bulanan, hari-harian, minggu-mingguan, tahun-tahunan. Nah, wajar kalau kita sering banget jengkel, kesel, murka, amarah, dendam, perih, tersakiti sama sifat yang satu ini.

Kadang kita jengkel kok bisa-bisanya melupakan hal-hal penting. Tapi mau apa lagi toh memang sudah begitukan kodrat yang kita punya. Dimana sebagai manusia kita ditakdirkan sebagai ladangnya salah dan lupa. Dan kalo bicara kodrat siapa coba yang bisa menentangnya?

Tapi seburuk itukah keberadaan lupa dalam keseharian kita? Rasanya tidak. Coba bayangkan, renungkan, muhasabah, resapi, berkaca, intropesi andai kita nggak punya sifat lupa, bisa gawat darurat. Kenapa? Sebab dalam hidup ini banyak hal yang memang nggak layak untuk selalu diingat. Kenangan pahit misalnya. Contohnya waktu Anda dilempar sendal jepit sama nenek2, karna nenek itu loe jorokin ke tong sampah, atau waktu Anda di tolak cewe 101 kali trus diludahin, atau waktu Anda di kejar-kejar trantib karna dikira banci. Atau kenangan waktu kecil, dimana Anda pernah di jemur dan diiket di tiang bendera berjam-jam dengan tubuh tanpa pakaian karena ga ngerjain PR.Artinya memang ada hal-hal tertentu yang harus dilupakan, yang tidak mesti disimpan dalam otak. Nah, kalau kita nggak punya sifat lupa, kan repot. Di sini peran lupa menjadi begitu penting bahkan sangat penting, penting bgt malah. Sebab ia bisa menolong kita melupakan hal-hal pahit, membantu kita melupakan memori yang nggak enak buat dikenang.

Selain itu ingatan yang kita punya terbatas, dan memori yang kita miliki pun cukup pendek, terlebih kalo sudah manula, pikun pula. Sementara dalam kehidupan ini sendiri terlalu banyak peristiwa yang terjadi, banyak banget hal-hal yang terjadi dan semua itu mengendap dalam benak kita, yaa paling tidak terlintas sejenak gitu. Kalau semua itu harus masuk memori kebayang donk bakal jebol juga kan. Membayangkan seandainya memory otak kita bisa di upgrade (komputer kaleee).

Sekali lagiiii beruntung kalau masih bisa lupa. Tapi ingat!!! Lupa disini bukan sebagai pembenaran, bukan sebagai tameng untuk kita selalu lupa. Kalau itu dijadikan alasan artinya bukan kodrat tapi emank dasar ndablek. Oke coi intinya jangan ada lupa diantara kita. (Lho!!!)

"aduh belum bayar utang lagi". beruntung masih bisa lupa.... hehehe :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar