Kepada Yth.
Bpk. Polisi
di Perempatan Malaka Raya
Assalamu'alaikum wr. wb
Semoga Bapak selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat dari Allah SWT, amiin. Saya dan (Insya Allah) para pengendara motor juga mendoakan semoga Bapak tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.
Dengan datangnya selembar surat elektrik, serta segerombolan kata-kata melalui machintosh inventaris kantor ini, saya hanya ingin mengemukakan perasaan saya. Perasaan haru yang tiba-tiba saja muncul setelah saya melihat bapak yang sedang bertugas mengatur lalu lintas jalan, khususnya di perempatan Malaka Raya. Melihat Bapak bekerja, telah menggiring saya secara reflek untuk segera menulis surat ini.
Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Karena berkat kehadiran Bapak, telah mengurangi kemacetan jalan serta memberi secercah harapan bagi kami para pengguna jalan (khususnya saya yg selalu melewati jalan tsb). Adakah di dunia ini yg begitu indah selain mengetahui ada polisi seperti Bapak yg begitu mulia hatinya. Karena selama ini banyak orang menilai polisi sebagai 'tukang tilang, cari uang', tapi kehadiran Bapak telah memperbaiki (sedikiiiit) 'citra' polisi di mata saya.
Saya juga ingin minta maaf kepada Bapak yg seluas-luasnya. Seluas pasar tanah abang, sedalam banjir kampung melayu, dan setinggi patung pancoran. Kalau selama ini saya suka melanggar lalu lintas dan kurang sabar dalam berkendara. Saya (tidak) mau berjanji, tapi saya akan berusaha untuk menjadi pengendara yang baik.
Semoga Allah senantiasa memantau Bapak untuk dibimbing agar tetap di jalan yang benar. Tidak ada cara lain dalam menghadapi krisis yang berpotensi makin parah ini dengan terus bekerja sebaik-baiknya, mensyukuri hasil, dan memperbanyak doa. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kelapangan di dalam kehidupan dan menyelamatkan kita dari krisis yang berkepanjangan. Amin.
----------
Pada kesempatan ini pula saya ingin memberikan penghargaan berupa 'jari tengah' kepada oknum-oknum sopir angkot B-E-G-O, yg suka menaikan ongkos seenaknya, yg suka menyalip sembarangan, yg suka membawa penumpang ugal-ugalan, yg suka bikin macet jalan. Mungkin kalo Anda sedikit cerdas, tentu Anda tidak mau jadi sopir angkot. Paling tidak Anda akan memilih menjadi sopir Ambulan atau pemadam kebakaran.
Marilah sama-sama kita berdoa agar oknum sopir angkot bego di beri pencerahan dan hidayah. Menangislah dalam sujud panjang, karena hanya tangisan para korban sopir angkot bego, tangisan para pengguna kendaraan yg terzhalimi akkibat ulah sopir angkot bego yang mampu menggetarkan tiang-tiang arsy di atas sana. Yakinlah akan hal itu.
Mungkin itu saja curahan hati saya melalui surat ini, sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya sampaikan. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb
nb: 4x4=16 sempat ga sempat...ga usah di balas.
yudi_tukangcukurkumislele
Tidak ada komentar:
Posting Komentar