Story of Bandung
Tepat pukul 7.30 bapak supir mulai menyalakan kunci bisnya dan menjauhi gerbatama UI menuju perjalanan ke Tangkuban Perahu. Rencana awal, bis berangkat pukul 7 tenk! Tapi apa mau dikata kebiasaan org Indonesia yg selalu ngaret dan tidak pernah menghargai waktu. On Time! Keliatannya sepele, tapi masalah waktu bisa menjadi perusak image Anda di depan org banyak. Enggak seru kan kalo rencana yg udah disusun jadi berantakan cuma gara-gara Anda telat. Hitungan keterlamaban waktu Anda menggambarkan kalo Anda bukan tipe org yg displin dan bisa diandalakan serta tidak bisa menghargai org2 yg telah hadir tepat waktu. Jelas yudi sok keren (Entah dari mana gw mencomot kalimat tsb, bodo amat!!!)).
Di dlm perjalanan kami berkarokean, mendengarkan lantunan suara Tumpal yg ANCUR BGT!!! Spontan anak2 menutup telinganya rapat2 dan teriak2 histeris. "STOP!!!!STOP!!!HENTIKAN!!!!" Tapi kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Ade yang bagus ('bagus'?! ga bgt deh bahasanya). Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya, tentang mojang2 bandung yg.............(terserah lo mendeskripsikannya deh), dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.
Jam sebelasan, kami sampai di parkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket, shal dan penutup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera menghampiri kami.
Cuaca disana juga sangat...sangat cerah dan bersahabat...Duingiiin… Hiks… Tapi jadi segeer dech. Sesampainya disana kami mulai berpencar. Ada yg foto2, ada yg sekedar cuci mata ngilangin belek, ada yg cari kesempatan dalam kesempitan, ada yg nyari oleh2, sampe ada yg mau coba bunuh diri loncat ke kawah (boonk denk, lebai bgt de lo!)
Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu. (untung ga disuruh buat becak, ntar namanya jadi gunung tangkuban becak...ga bgt deh....)
Menurut kami, Tangkupan Perahu adalah salah satu tempat wisata terbaik yang pernah kami kunjungi. Pemandangannya sangat menakjubkan, udaranya yang sejuk dan tempatnya mudah terjangkau dari kota besar [Bandung]. Mungkin akan lebih bagus kalau jalan menuju ke puncaknya diperbaiki aspalanya, dan diperbanyak fasilitas umumnya.
Kami dah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, namun kami surprise dengan permintaan sofwan. Sofwan ingin berfoto bersama kembarannya (liat Foto). Sofwan begitu menikmati berfoto dg kuda, bahkan seolah-olah seperti bertemu dgn sahabatnya yg lama. Sementara gw cuma cekikikan meliat si Sofwan yg mulai bergairah memeluk-meluk kuda. Jam setengah dua, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Dago.
Jam setengah empat, kami sampe di Dago. Anak2 mulai berlarian gembira layaknya anak kecil yg baru dibelikan permen kojek oleh ortunya. Gue sendiri cuma bisa tertawa renyah, melihat tingkah laku anak2 yg aneh. Sebenarnya ga ada yg istimewa di daerah kawasan Dago. Disepanjang jalan Dago memang di penuhi FO2 (Fucktory Outlet) dan berbagai jenis makanan khas Bandung.
Ga terasa waktu hampir mendekati jam 5, cuacapun mulai mendung....dan.... akhirnya ujan deras mengguyur kota Bandung. Beruntung ujan tiba saat kami beranjak pulang. Akhirnya kamipun menuju Depok, bapak sopir segera menancap gasnya layaknya Cristiano Ronaldo pembalap formula 1 yg sedang berlomba. (Cristiano Ronaldo bukannya pemain bola???bodo amat)
Alhamdulillah, akhirnya kami sampe di Depok lagi dgn selamet. (padahal waktu berangkat si selamet ga ikut lo). Wuaaaahhh...seneeeeeeeng rasanya.....ntar mau jalan2 lagi deh......
nb: Sory bgt kalo tulisan gw ga sistematis dan membingungkan. Karna emang gw bukan seorang penulis, basic gw hanyalah seorang model yg hobi menulis. Gw juga lampirin foto2 saat di tangkuban. Foto2 yg anda liat adalah murni rekayasa dan untuk hiburan semata!!! TITIK!!!
yudi_priadenganrasabuahapelsegar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar